Sabtu, 25 November 2017

Data BNNP: 2,5 persen warga Sumut pengguna narkoba

Selasa, 14 November 2017 16:54

Istimewa. Foto: Misriadi/Radio Elshinta Istimewa. Foto: Misriadi/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara melaksanakan Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Medan, pada Senin (13/11).

Sebagai pembicara dalam dialog publik bertajuk "Peran Media dalam Menanggulangi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba” ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumut, Tuangkus Harianja dan Kepala KPID Sumut Parulian Tampubolon.

Dalam paparannya, Tuangkus Harianja mengatakan bahwa jumlah penduduk Sumatera Utara 13.937.797 jiwa yang berada di 6.101 desa/kelurahan atau 33 kabupaten/kota, berdasarkan data BNN, sebanyak 350 ribu jiwa sudah menjadi pengguna narkoba. Jumlah ini dapat dikatakan 10 ribu orang di setiap kabupaten/kota yang menjadi pengguna narkoba.

“Kita miris melihat melihat data dari hampir 14 juta jiwa penduduk Sumut, 2,5 persennya atau 350 ribu jiwa sudah menjadi pengguna narkoba dan 28.000 tahanan merupakan peredaran dan penggunaan narkoba,” ungkap Tuangkus, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi.

Tuangkus menambahkan, masyarakat saat ini menjadi apatis jika membahas narkoba, karena pemberitaan saat ini hanya seputar penangkapan dan pengungkapan, dan kurang edukasi ke masyarakat bagaimana bahayanya narkoba. Sehingga, kata dia, perlunya pencegahan melalui regulasi dari undang-undang hingga Perda bahkan Satgas. Namun jika tidak dibarengi adanya anggaran, ujarnya. hal itu tidak dapat berjalan baik.

Sementara itu, Kepala KPID Sumut, Parulian Tampubolon dalam penjelasannya mengatakan, di Sumut terdapat 17 stasiun televisi, puluhan radio, dan surat kabar, dan saat ini akan dilakukan pembatasan-pembatasan dari program siaran yang menyangkut Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) berdasarkan P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) dan UU Nomor 32 Tahun 2002.

“Saat ini KPID Sumut sedang melakukan pembatasan-pembatasan dari program siaran yang ada unsur Napza-nya sesuai regulasi UU No 32 tahun 2002 tentang penyiaraan yang mengatur bahaya narkoba,” jelas dia.

Parulian juga berharap media ikut berperan terhadap pencegahan penggunaan narkoba dengan cara menayangkan atau menyiarkan tayangan anti narkoba, baik itu berita ataupun iklan layanan masyarakat. Karena berdasarkan pedoman P3SPS, siaran iklan layanan masyarakat minimal 10 persen dari total jam siaran dan diharapkan iklan layanan masyarakat mengenai bahayanya narkoba.

Hadir dalam dialog publik ini Korbid kelembagaan KPID Sumut, M, Syahrir, Korbid perizinan, Ramses Manulang juga insan media televisi, radio, cetak dan online.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Dewi Rusiana

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar