Sabtu, 25 November 2017

Keterangan Kapolresta terkait pasangan ditelanjangi di Tangerang

Selasa, 14 November 2017 11:58

Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mpNVIU Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mpNVIU
Ayo berbagi!

Sepasang sejoli diduga melakukan mesum dan diperlakukan oleh warga dengan ditelanjangi dan diarak keliling kampung di Cikupa, Tangerang, Banten. Namun, saat kasus ini ditangani kepolisian, ternyata pasangan tersebut tidak terbukti melakukan mesum seperti yang dituduhkan warga.

Kapolresta Tangerang, AKBP M Sabilul Alif, saat dihubungi Elshinta, Selasa (14/11), mengatakan, pada Senin (13/11) pukul 10.00 WIB, pihaknya langsung memimpin proses pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Kadu RT03, Kelurahan Sukamulya, terkait adanya penggerebekan oleh masyarakat terhadap pasangan yang diduga melakukan mesum, pada Minggu (11/11) pukul 23.00 WIB. 

“Ingin saya sampaikan, bahwa penangkapan ini adalah merupakan tindak lanjut penegakan hukum atas adanya informasi video yang beredar. Polri dalam hal ini menjadi representasi negara dalam bidang penegakan hukum, pro aktif melakukan penegakan hukum ketika melihat hal-hal yang harus mendapat penegakan hukum itu sendiri,” papar Sabilul.

"Langkah yang kita lakukan yang pertama ialah memastikan bahwa lokasi atau TKP. Yang selanjutnya berkoordinasi dengan tokoh masyarakat yang ada di sekitar tempat kejadian guna melakukan wawancara pencarian informasi. Hasil yang diperoleh yaitu, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, memang tidak tahu kejadian tersebut. Langkah selanjutnya yaitu, kita mendatangi keluarga korban,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Sabilul mengatakan, bahwa pihaknya pada saat itu juga langsung mengamankan tiga orang berinisial G, T, dan A, yang menjadi aktor dan melakukan provokasi untuk mengajak warga sekeliling untuk memfoto dan mengunggah sampai menelanjangi korban.

“Perlu saya sampaikan, bahwa perempuan ini berinisial M menelepon pacarnya atas inisial R jam 10 malam. Dia menelepon minta dibawakan nasi bungkus. Jam 11 datanglah nasi bungkus tersebut dan wanita ini makan, laki-lakinya ke kamar mandi,” terang dia.

Ditambahkan, “dalam keadaan kunci yang pintu yang tidak tertutup penuh. Pada saat wanita ini makan, datanglah G, T, dan A ini langsung mendobrak pintu yang memang waktu itu tidak tertutup penuh dan langsung menggerebek dan sempat mencekik leher laki-laki yang menjadi korban.”

Sesudahnya, mereka menuduhkan sepasang sejoli tersebut dengan tuduhan mesum, zina, dan lain sebagainya, yang kemudian ketiga tersangka pendobrak tersebut membuka baju korban wanita dan langsung mengarak mereka sampai ke rumah Ketua RT.

Penulis: Yuno.

Editor: Dewi Rusiana.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar