Senin, 25 Juni 2018 | 22:48 WIB

Daftar | Login

/

Keterangan Kapolresta terkait pasangan ditelanjangi di Tangerang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mpNVIU
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mpNVIU
<p>Sepasang sejoli diduga melakukan mesum dan diperlakukan oleh warga dengan ditelanjangi dan diarak keliling kampung di Cikupa, Tangerang, Banten. Namun, saat kasus ini ditangani kepolisian, ternyata pasangan tersebut tidak terbukti melakukan mesum seperti yang dituduhkan warga.</p><p>Kapolresta Tangerang, AKBP M Sabilul Alif, saat dihubungi Elshinta, Selasa (14/11), mengatakan, pada Senin (13/11) pukul 10.00 WIB, pihaknya langsung memimpin proses pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Kadu RT03, Kelurahan Sukamulya, terkait adanya penggerebekan oleh masyarakat terhadap pasangan yang diduga melakukan mesum, pada Minggu (11/11) pukul 23.00 WIB.&nbsp;</p><p>“Ingin saya sampaikan, bahwa penangkapan ini adalah merupakan tindak lanjut penegakan hukum atas adanya informasi video yang beredar. Polri dalam hal ini menjadi representasi negara dalam bidang penegakan hukum, pro aktif melakukan penegakan hukum ketika melihat hal-hal yang harus mendapat penegakan hukum itu sendiri,” papar Sabilul.</p><p>"Langkah yang kita lakukan yang pertama ialah memastikan bahwa lokasi atau TKP. Yang selanjutnya berkoordinasi dengan tokoh masyarakat yang ada di sekitar tempat kejadian guna melakukan wawancara pencarian informasi. Hasil yang diperoleh yaitu, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, memang tidak tahu kejadian tersebut. Langkah selanjutnya yaitu, kita mendatangi keluarga korban,” jelasnya.&nbsp;</p><p>Lebih lanjut, Sabilul mengatakan, bahwa pihaknya pada saat itu juga langsung mengamankan tiga orang berinisial G, T, dan A, yang menjadi aktor dan melakukan provokasi untuk mengajak warga sekeliling untuk memfoto dan mengunggah sampai menelanjangi korban.</p><p>“Perlu saya sampaikan, bahwa perempuan ini berinisial M menelepon pacarnya atas inisial R jam 10 malam. Dia menelepon minta dibawakan nasi bungkus. Jam 11 datanglah nasi bungkus tersebut dan wanita ini makan, laki-lakinya ke kamar mandi,” terang dia.</p><p>Ditambahkan, “dalam keadaan kunci yang pintu yang tidak tertutup penuh. Pada saat wanita ini makan, datanglah G, T, dan A ini langsung mendobrak pintu yang memang waktu itu tidak tertutup penuh dan langsung menggerebek dan sempat mencekik leher laki-laki yang menjadi korban.”</p><p>Sesudahnya, mereka menuduhkan sepasang sejoli tersebut dengan tuduhan mesum, zina, dan lain sebagainya, yang kemudian ketiga tersangka pendobrak tersebut membuka baju korban wanita dan langsung mengarak mereka sampai ke rumah Ketua RT.</p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com