Kamis, 23 November 2017

Hadiah Rp100.000 jika bisa ungkap seorang pengemis

Selasa, 14 November 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Pemerintah kota Hyderabad, India selatan, menawarkan 500 rupee atau sekitar Rp100.000 kepada warga untuk membantu identifikasi para pengemis sebagai bagian dari upaya 'bebas pengemis' mulai 15 Desember mendatang.

Komisioner Kepolisian Hyderabad juga sudah menetapkan larangan mengemis selama dua bulan.

Para pengkritik mengatakan langkah tersebut lebih untuk kepentingan kunjungan Ivanka Trump, walau dibantah oleh pihak berwenang.

Pekan lalu polisi sudah mengusir para pengemis di luar tempat ibadah, maupun stasiun bus dan kereta api. Mereka yang ditangkap kemudian mendapat 'pembinaan' di pusat rehabilitasi di dekat penjara utama Hyderabad.

Puteri Presiden Donald Trump, Amerika Serikat, Ivanka Trump, akan berkunjung ke Hyderabad untuk menghadiri Pertemuan Puncak Global Kewiraswastaan, pada 28 dan 29 November.

Hyderabad juga melaksanakan pembersihan pengemis ketika mantan Presiden Bill Clinton berkunjung ke sana pada Maret 2000 lalu.

"500 rupee ini merupakan insentif yang diumumkan departemen lembaga pemasyarakatan, salah satu badan yang terlibat untuk membuat Hyderabad bebas pengemis. Tujuannya adalah untuk membuat pemangku saham Hyderabad mewujudkan undang-undang pencegahan pengemis dengan efektif," tutur M Sampat, pimpinan pusat rehabilitasi kepada BBC.

"Lembaga pemasyarakatan rencananya akan melatih pengemis sehingga mereka bisa bekerja di stasiun pompa bensin, yang sumber daya manusianya kami sediakan."

Pemerintah negara bagian Hyderabad mengatakan sejauh ini mereka sudah menangkap 366 pengemis dan 128 di antaranya memilih untuk mendapat pelatihan sedangkan selebihnya pulang ke rumah dengan janji tidak akan mengemis lagi.

"Kami menyebut diri kami kota cerdas namun kami memiliki banyak mafia yang memaksa perempuan-perempuan ke jalanan dengan anak-anak yang diberi obat penenang ketika mengemis," kata Dr G Ramaiah, dari lembaga nonpemerintah, yang berupaya menciptakan masyarakat bebas pengemis.

"Sebagian besar dari mereka bukan pengemis, ketika datang ke sini," kata Dirjen LP Telangana, VK Singh, kepada BBC.

"Kita melepas pengemis yang sehat jasmani yang berjanji tidak akan mengemis lagi. Kami mencatat data biometris dan membuat kartu Aadhaar (atau kartu identifikasi biometis) untuk membantu dalam mengidentifikasi mereka di masa depan."

Pihak berwenang mengatakan langkah yang ditempuh sejauh ini menyebabkan sekitar 5.000 pengemis di Hyderabad mengungsi ke kota-kota lain di sekitarnya.

Tantangannya, menurut banyak pihak, adalah menjamin mereka tidak kembali lagi setelah larangan mengemis berakhir pada 7 Januari 2018 mendatang.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar