Senin, 24 September 2018 | 23:21 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Kemenkominfo tingkatkan pengetahuan masyarakat pilih informasi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mayq7I
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mayq7I
<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika terus meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memilah dan memilih informasi agar tidak mudah terprovokasi dan menerima informasi negatif.</p><p> "Pada umumnya masyarakat mudah terprovokasi dan menerima informasi negatif yang tersebar atau disebar oleh orang-orang tidak bertanggung jawab," kata Menteri Kominfo Rudiantara saat menghadiri diskusi nasional bertema "Membangun Kontens Positif Bersama Generasi Milineal" di Pangkalpinang, Senin (14/11).</p><p> Ia mengatakan pengetahuan masyarakat Indonesia untuk memilah dan memilih masih rendah dan harus lebih ditingkatkan, agar mereka lebih cerdas dan tidak mudah percaya dengan informasi-informasi bohong, fitnah, adu domba dan lainnya.</p><p> "Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah meningkatkan literasi, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat memilah berbagai informasi di media sosial," ujarnya.</p><p> Rudiantara berharap seusai diskusi nasional, para siswa peserta kegiatan ini menjadi relawan TIK dan sampaikan kepada orang tua, kakak, adik serta teman jangan mudah menerima dan menyebarkan informasi yang negatif.</p><p> "Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mampu memilah dan memilih kontens. Saya yakin tidak semua peserta diskuksi ini belum mampu memilah informasi yang jelek dan baik," ujarnya.</p><p> Untuk itu, masyarakat diminta untuk memilih informasi-informasi yang baik dan meninggalkan informasi jelek yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.</p><p> "Saya mengapresiasi sekitar 1.000 siswa-siswi peserta diskusi nasional ini sangat antusias mengikuti materi dan bertanya kontens dan informasi melalui jejaring sosial ini," katanya.</p><p> Kreator Gawe Gile Babel, Yuda mengaku pernah menjadi korban fitnah informasi yang disebar melalui jaringan sosial . Dalam media sosial itu disebutkan Yuda suka memukul siswa.</p><p> "Informasi fitnah tersebut sangat mempengaruhi. Saya biasanya ceria dan bersemangat mengajar siswa, namun semenjak fitnah itu menyebar saya tertekan, stres dan selalu dibebani oleh informasi tersebut," katanya.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 24 September 2018 - 22:05 WIB

Divonis 13 tahun penjara, SAT ajukan banding

Ekonomi | 24 September 2018 - 21:57 WIB

PKS: Generasi milenial harus didorong jadi petani

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 21:45 WIB

Polda antisipasi aksi balas dendam suporter Persija

Musibah | 24 September 2018 - 21:23 WIB

Pengemudi truk ditemukan meninggal di rest area

Manajemen | 24 September 2018 - 21:15 WIB

Alasan mengapa pelaku usaha perlu berinvestasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com