Minggu, 22 Juli 2018 | 19:54 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Rumah rusak akibat pergerakan tanah di Cianjur

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2hzC21B
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2hzC21B
<p>Belasan kepala keluarga di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak berat akibat pergerakan tanah dan empat rumah lainnya terkena longsor. </p><p> Camat Sukaresmi, Aris Heriyanto, saat dihubungi Selasa (14/11), mengatakan, sebagian besar wilayah Sukaresmi rawan terjadi pergerakan tanah dan longsor, namun yang paling rawan Desa Rawabelut, Desa Cibanteng, Desa Sukamahi, Desa Kubang, Desa Cikancana dan Desa Sukaresmi.</p><p> Selama ini, pihaknya telah mengimbau warga melalui aparat desa untuk waspada dan segera mengungsi jika terjadi bencana alam pergerakan tanah, guna menghindari korban jiwa.</p><p> "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 14 rumah warga rusak, 10 rumah rusak akibat pergerakan tanah dan empat rumah terkena longsor," katanya. </p><p> Selama ini, pihaknya mengimbau warga yang ingin membangun rumah, atau sarana umum agar memperhatikan apa yang telah direkomondasikan terkait wilayah rawan bencana yang terlarang dibangun sesuai petunjuk BPBD Cianjur, agar dipatuhi.</p><p> "Pihak kecamatan juga telah melaporkan, ada empat rumah yang terkena longsor di Desa Cibanteng yang bersebelahan dengan Desa Sukaresmi karena ketika musim hujan, daerah tersebut rentan terjadi bencana alam," katanya.</p><p> Pihaknya berharap pihak terkait di Pemkab Cianjur, segera turun ke lokasi, guna menentukan status lokasi yang saat ini terus mengalami pergerakan tanah dengan ke dalaman yang terus bertambah terutama ketika hujan kembali turun dengan deras. </p><p> "Belasan KK saat ini mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang dinilai aman dari pergerakan tanah dan longsor. Harapan kami pergerakan tanah tidak meluas, namun setiap hari hujan turun dengan intensitas tinggi, terutama menjelang sore," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 22 Juli 2018 - 19:54 WIB

50 hektare lahan gunung di Aceh terbakar

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 19:35 WIB

Jamaah Haji harus rajin semprot wajahnya dengan air

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 19:26 WIB

Warga Cicalengka Bandung kesulitan air bersih

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 19:15 WIB

Petugas tinjau kesiapan bus shalawat jamaah calon haji Indonesia

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 18:59 WIB

Kapuskes Haji pantau penggunaan APD

Asian Games 2018 | 22 Juli 2018 - 18:46 WIB

Adinda Larasati buka kran emas renang ASG

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com