Kamis, 23 November 2017

BPBD Lebak: 28 kecamatan rawan bencana alam

Selasa, 14 November 2017 21:14

Ilustrasi. Foto: Elshinta.com Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ayo berbagi!

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat 28 kecamatan di daerah itu rawan bencana alam karena bertofografi perbukitan, pegunungan, pesisir pantai, dan daerah aliran sungai.

"Kami minta warga yang tinggal di 28 kecamatan itu meningkatkan kewaspadaan jika cuaca buruk," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Selasa (14/11).

Untuk mengurangi risiko kebencanaan, pihaknya telah melakukan simulasi dan pendidikan kebencanaan. Selain itu juga pelatihan ketrampilan petugas BPBD dan relawan dalam upaya melakukan evakuasi.

Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan bencana alam, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, petir, kebakaran, dan tsunami.

Bencana yang menjadi langganan tahun itu jenis bencana banjir, longsor, dan angin kencang.

Pada Minggu (12/11) tercatat 11 rumah terkena longsor, namun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kerugian material ratusan juta rupiah karena kondisi rumah rusak berat.

Karena itu, BPBD tidak henti-hentinya menyampaikan peringatan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD menyebarkan surat kepada aparat desa, kecamatan, dan relawan agar meningkatkan kewaspadaan jika musim hujan.

Langganan banjir dan longsor tersebar di 16 kecamatan antara lain Rangkasbitung, Cimarga, Cibadak, Warunggunung, Cikulur, Cileles, Gunungkencana, Banjarsari, Wanasalam, Malingping, Bayah, Leuwidamar, Muncang, Sobang, Curugbitung dan Sajira.

"Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana jika musim hujan agar diberlakukan ronda malam," katanya.

Menurut Kaprawi, pihaknya mempersiapkan kesiagaan dengan mengoptimalkan piket selama 24 jam, persedian logistik bahan makanan dan obat-obatan.

Selain itu juga mempersiapkan peralatan evakuasi untuk melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

"Kami akan bergerak cepat untuk melayani masyarakat jika terjadi bencana alam guna meminimalisasi resiko kebencanaan," kata Kaprawi.

Camat Rangkasbitung, Ade Sutiana menginstruksikan aparat kelurahan dan desa mewaspadai musim hujan belakangan ini karena di wilayahnya lima kelurahan dan dua desa langganan banjir karena lokasinya berada di bantaran sungai.

Karena itu, dia meminta aparat kelurahan dan desa mengaktifkan ronda malam sehingga bisa melakukan evakuasi jika terjadi banjir.

"Kami minta warga tetap meningkatkan kewaspadaan sehubungan curah hujan cenderung meningkat," katanya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar