Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Penyusup di Istana Kepresidenan pernah berobat kejiwaan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zEYxsn
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zEYxsn
<p>Polda Metro Jaya mengungkapkan, pria yang menyusup ke Istana Kepresidenan di Jakarta, Basufi Tarsiwan (39), pernah berobat kejiwaan di rumah sakit jiwa.</p><p> "Kakaknya menyampaikan yang bersangkutan (Basufi) pernah berobat di RSUD Banyumas selama tiga bulan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Selasa&nbsp;(14/11).</p><p> Dia mengatakan petugas Polsek Metro Gambar, Jakarta Pusat, telah menghubungi kakak dari Tarsiwan untuk dimintai keterangan terkait aksi adiknya itu, yang menerobos ke Istana Kepresidenan. </p><p>Kompleks Istana Kepresidenan yang terletak di pojok Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Juanda, Jalan Majapahit, dan Jalan Veteran III, di Jakarta Pusat, terdiri dari beberapa bangunan pokok. Mereka adalah Istana Merdeka (Jalan Medan Merdeka Utara), Istana Negara (Jalan Juanda), Kantor Presiden, Sekretariat Negara (Jalan Majapahit), dan Bina Graha (Jalan Veteran III).</p><p> Berdasarkan keterangan kakaknya, kata Yuwono, semula Tarsiwan bersama kakaknya hendak pulang dari Tangerang menuju Banyumas, Senin (13/11).</p><p> Namun saat tiba di Jakarta, sang adik ini menghilang.</p><p> Selanjutnya, ternyata Tarsiwan berupaya menerobos Pintu II Istana Kepresidenan namun personel Pasukan Pengamanan Presiden Markas Besar TNI bisa menahan dia, dan menyerahkan dia ke Polsek Metro Gambir.</p><p> Usai pemeriksaan, Yuwono memastikan tidak ada motif teror dari peristiwa itu, dan dia menegaskan Tarsiwan tidak pernah bergabung kelompok ISIS.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:42 WIB

Kepala BKN resmikan kantor UPT Lampung

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 12:26 WIB

DPRD DKI Jakarta setujui usulan anggaran ERP

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:09 WIB

BNPB sambut baik penelitian terkait bencana

<p>Polda Metro Jaya mengungkapkan, pria yang menyusup ke Istana Kepresidenan di Jakarta, Basufi Tarsiwan (39), pernah berobat kejiwaan di rumah sakit jiwa.</p><p> "Kakaknya menyampaikan yang bersangkutan (Basufi) pernah berobat di RSUD Banyumas selama tiga bulan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Selasa&nbsp;(14/11).</p><p> Dia mengatakan petugas Polsek Metro Gambar, Jakarta Pusat, telah menghubungi kakak dari Tarsiwan untuk dimintai keterangan terkait aksi adiknya itu, yang menerobos ke Istana Kepresidenan. </p><p>Kompleks Istana Kepresidenan yang terletak di pojok Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Juanda, Jalan Majapahit, dan Jalan Veteran III, di Jakarta Pusat, terdiri dari beberapa bangunan pokok. Mereka adalah Istana Merdeka (Jalan Medan Merdeka Utara), Istana Negara (Jalan Juanda), Kantor Presiden, Sekretariat Negara (Jalan Majapahit), dan Bina Graha (Jalan Veteran III).</p><p> Berdasarkan keterangan kakaknya, kata Yuwono, semula Tarsiwan bersama kakaknya hendak pulang dari Tangerang menuju Banyumas, Senin (13/11).</p><p> Namun saat tiba di Jakarta, sang adik ini menghilang.</p><p> Selanjutnya, ternyata Tarsiwan berupaya menerobos Pintu II Istana Kepresidenan namun personel Pasukan Pengamanan Presiden Markas Besar TNI bisa menahan dia, dan menyerahkan dia ke Polsek Metro Gambir.</p><p> Usai pemeriksaan, Yuwono memastikan tidak ada motif teror dari peristiwa itu, dan dia menegaskan Tarsiwan tidak pernah bergabung kelompok ISIS.&nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com