Kamis, 19 Juli 2018 | 12:57 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Azyumardi ingatkan bahaya hoax dan adu domba

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2yVtx7w
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2yVtx7w
<p>Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah, Profesor Azyumardi Azra mengatakan hoax dan adu domba bisa menghancurkan peradaban.</p><p>"Terlebih jika adu domba tersebut kemudian dibungkus menggunakan ayat dan hadits untuk melakukan pembenaran atas apa yang dilakukan," katanya di Jakarta.</p><p>Oleh karena itu, peraih gelar The Commander of the Order of British Empire dari Ratu Elizabeth II itu, menegaskan bahwa hoax dan adu domba harus ditangkal.</p><p>Untuk berita adu domba yang dibungkus dengan ayat ataupun hadits, Azyumardi menyarankan agar masyarakat tidak langsung percaya dan meminta penjelasan kepada kiai atau ulama.</p><p>"Kiai Haji Nazaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), K.H. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), ataupun kiai-kiai kampung merupakan kiai yang mempunyai kedalaman ilmu agama dan merekalah yang mempunyai otoritas terkait penafsiran suatu ayat maupun hadits," kata Azyumardi.</p><p>Berita hoax dan adu domba yang dapat memecah belah antarperorangan, antarkelompok, institusi bahkan antara masyarakat dengan pemerintah menyebar luas ke masyarakat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.</p><p>Untuk itu, kata Azyumardi, masyarakat harus dapat mengenali berita hoax dan berita adu domba. </p><p>Biasanya, berita palsu tidak pernah ada di media arus utama dan yang diberitakan adalah hal yang tidak masuk akal baik itu terhadap pejabat, lembaga, maupun institusi tertentu.</p><p>"Saya kira kita semua yang memegang gadget harus hati-hati, kalau ada berita yang ganjil jangan serta merta diviralkan karena akan merusak karena itulah yang diharapkan oleh yang membuat berita adu domba tersebut," katanya.</p><p>Pada bagian lain, Azyumardi mengatakan untuk menangkal munculnya radikalisme harus dimulai dari keluarga, terutama dalam memberikan pengertian untuk saling menghormati perbedaan agama, budaya, dan suku.</p><p>"Itu yang harus ditumbuhkan mulai dari keluarga, lalu ke sekolah, hingga ke masyarakat karena Indonesia memang majemuk dan beragam," katanya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:49 WIB

DPR rapat dengan Menperin bahas pertanggungjawaban keuangan

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:32 WIB

Saksi: Pelempar molotov rumah Mardani berjumlah dua orang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:24 WIB

DPR pertimbangkan setujui pengajuan kenaikan anggaran PKH

Ekonomi | 19 Juli 2018 - 12:16 WIB

Garis kemiskinan di Jambi naik 7,54 persen

Kriminalitas | 19 Juli 2018 - 12:08 WIB

Dua bom molotov di rumah Mardani berisi pertamax

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com