Kamis, 23 November 2017

Bareskrim Polri buka posko pengaduan bagi korban penipuan pulsa PT MGI

Rabu, 15 November 2017 08:15

Gedung Bareskrim Polri. Sumber foto: http://bit.ly/2iV2wHt Gedung Bareskrim Polri. Sumber foto: http://bit.ly/2iV2wHt
Ayo berbagi!

Bareskrim Polri membuka posko pengaduan untuk para korban penipuan yang diduga dilakukan oleh PT Mione Global Indonesia (MGI) dengan modus penjualan pulsa HP dan pulsa listrik.

Tim penyidik Direktorat Tindak Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus), Brigjen Agung Setya, dari hasil penyidikan diketahui jumlah korban saat ini mencapai 22.000 yang tersebar di beberapa Provinsi di Indonesia, dengan kerugian mencapai Rp400 miliar.

“Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dapat melaporkan ke Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri, Gedung Surahcman lantai 3, komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan membawa dokumen,” kata Agung, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Selasa (14/11).

Untuk mempermudah laporan bagi masyarakat yang menjadi korban, Penyidik Dittipideksus juga menyediakan layanan melalui nomor What’s App (WA) ke Nomor 081385478887 atau email ke tipideksus.bareskrim@polri.go.id.

Agung berharap masyarakat dapat mengirimkan data antara lain fotocopy KTP, bukti pembelian pulsa listrik atau HP dan bukti transfer ke rekening PT MGI melalui WA atau email guna mempercepat proses pendataan.

Posko pengaduan ini telah dibuka sejak Agustus 2017 dan hingga saat ini sudah 150 masyarakat yang melapor ke posko. Pihak penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang korban.

“Diharapkan bagi masyarakat yg menjadi korban dapar segera melaporkan ke Posko maupun menghubungi melalui Call Center dengan mengirimkan data-data di atas,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menangkap dua orang tersangka, yaitu Direktur Utama PT Mione Global Indonesia (PT MGI) atas nama inisial DH dan Direktur PT MGI atas nama inisial ES. Keduanya ditangkap diduga melakukan penipuan terhadap masyarakat dengan modus penjualan pulsa HP dan pulsa listrik.

Selain menangkap dan menetapkan DH dan ES sebagai tersangka, penyidik juga telah menetapkan tersangka WN Malaysia dengan inisial KWC selaku Komisaris PT MGI.

Terhadap tersangka diterapkan pasal 105 Jo. Pasal 9 UU No 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan diancam dengan Pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10 miliar.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar