Kamis, 23 November 2017

DPR Papua minta keterbukaan untuk media di Tembagapura

Rabu, 15 November 2017 11:20

Ilustrasi. Sumber Foto:http://bit.ly/2zH8zt4 Ilustrasi. Sumber Foto:http://bit.ly/2zH8zt4
Ayo berbagi!

DPR Papua meminta kepada pihak aparat agar dibukakan akses kepada media untuk melihat kondisi yang sebenarnya di Tembagapura, Papua. 

Menurut Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, seperti dihimpun dalam News Flash Radio Elshinta, Rabu (15/11), hal tersebut harus dilakukan agar dapat dilihat bahwa warga benar-benar disandera atau tidak.

"Yang ideal adalah melihat aparat kita memberikan ruang kepada media cetak untuk harus akses agar mereka bisa masuk. Dan saya yakin mereka yang berapa di seberang sangat menerima itu," kata dia.

Wonda menambahkan bahwa akses itu harus dibuka untuk media supaya dapat melihat yang sebenarnya apa warga benar disandera atau tidak, agar semua ini berakhir dan berhenti.

"Langsung saja kalo mereka tidak disandera itu akan berakhir atau kalo mereka bener-bener disandera itu menjadi persoalan baru untuk itu," ucapnya. 

Lebih lanjut, Wonda mengatakan, untuk masuk ke sana adalah dengan bagaimana akses ini benar-benar dibuka bagi para wartawan agar akses ini juga untuk mediator. 

"Hari ini mau masuk ke sana di depan sudah ada aparat agak susah mau masuk ke dalam sana tentu berhadapan mereka dengan berseberang sehingga mereka jalan satu satunya adalah bener-bener dibuka ruang kepada media untuk masuk. Biar pihak gereja atau tokoh masyarakat bekerja di dalam sana," jelasnya. 

Yunus Wonda juga menyatakan saat ini DPR Papua sedang berupaya mendapatkan akses ke Tembagapura untuk melihat kondisi yang sebenarnya.

Penulis: Yuno.

Editor: Dewi Rusiana.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar