Kamis, 19 Juli 2018 | 12:51 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Rakyat Australia Menghendaki Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Sebanyak 61,6 persen persen rakyat Australia yang memberikan suaranya dalam plebisit atau survei menyatakan mendukung legalisasi pernikahan sesama jenis di negara ini.</p><p>Tapi hasil yang diumumkan Rabu (15/11/2017) tepat Pukul 10 pagi tersebut bukan akhir dari cerita. Sekarang terserah Parlemen Australia (DPR dan Senat atau Majelis Rendah dan Majelis Tinggi) untuk merespon hasil ini dan memperdebatkan setiap rancangan undang-undang (RUU) terkait.</p><h2>Kapan hal itu akan terjadi?</h2><p>Perdana Menteri Malcolm Turnbull menghendaki pernikahan sesama jenis dilegalisasi sebelum Natal tahun ini.</p><p>Prosesnya bisa dimulai pada hari Kamis besok, dengan diajukannya dua RUU berbeda ke Senat.</p><p>Kedua RUU ini disusun oleh politisi Partai Liberal, namun keduanya memiliki tujuan yang sangat berbeda.</p><h2>Mengapa dua RUU?</h2><p>RUU yang disusun Senator Dean Smith dari Partai Liberal dapil Australia Barat mendapat dukungan secara luas. </p><p>Banyak yang berpendapat RUU ini memberikan keseimbangan antara membolehkan pasangan sesama jenis untuk menikah dan pada saat bersamaan melindungi kebebasan keagamaan (bagi petugas pernikahan untuk menolak menikahkan mereka). Partai Buruh dan Partai Hijau menyatakan akan mendukungnya.</p><p>Tapi RUU yang disusun Senator James Paterson dari Partai Liberal dapil Victoria memberikan aspek "perlindungan" keagamaan lebih besar lagi.</p><p>Hal ini memecah kubu Koalisi yang memerintah. Mereka yang mendukung RUU Paterson berpendapat seharusnya bukan hanya petugas keagamaan dan petugas catatan sipil yang boleh keberatan untuk terlibat dalam pernikahan sejenis, namun juga pembuat kue misalnya, yang boleh menolak membuatkan kue bagi pernikahan sejenis.</p><h2>Dampaknya pada masalah waktu?</h2><p>PM Turnbull mengatakan bahwa RUU Paterson memiliki sedikit peluang untuk lolos di parlemen.</p><p>Jika tidak ada peluang lolos, hal itu bisa dijadikan dasar bagi kalangan konservatif untuk memperumit perdebatan atas RUU Smith dengan mengajukan serangkaian amandemen.</p><p>Hal seperti itu bisa membuat tenggat waktu Natal sulit terpenuhi, namun para pendukung perubahan akan melawan taktik penundaan semacam itu.</p><h2>Bagaimana politisi akan memilih?</h2><p>Ini permasalahan tersendiri.</p><p>Sejumlah politisi telah mengatakan bahwa mereka akan memberikan suaranya dalam voting RUU berdasarkan pada hasil survei secara nasional atau hasil di dapilnya masing-masing.</p><p>Anggota parlemen lainnya menyatakan akan memilih berdasar hati nuraninya masing-masing. Dengan kata lain, sekalipun hasil plebisit dimenangkan kubu NO, namun anggota parlemen tersebut tetap akan memilih berdasarkan hati nuraninya.</p><p><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-11-15/same-sex-marriage-what-happens-next/9134072" target="_blank" title="">di sini.</a></em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:49 WIB

DPR rapat dengan Menperin bahas pertanggungjawaban keuangan

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:32 WIB

Saksi: Pelempar molotov rumah Mardani berjumlah dua orang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:24 WIB

DPR pertimbangkan setujui pengajuan kenaikan anggaran PKH

Ekonomi | 19 Juli 2018 - 12:16 WIB

Garis kemiskinan di Jambi naik 7,54 persen

Kriminalitas | 19 Juli 2018 - 12:08 WIB

Dua bom molotov di rumah Mardani berisi pertamax

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com