Kamis, 23 November 2017

Pernikahan sesama jenis 'didukung mutlak', pemerintah Australia akan dorong pengesahan

Rabu, 15 November 2017 12:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Hampir sebanyak delapan juta rakyat Australia mendukung pernikahan sesama jenis dalam jajak pendapat sukarela yang tidak mengikat.

Walau jajak pendapat itu tidak mengikat, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menegaskan pemerintah kini berupaya mendorong agar pernikahan sesama jenis bisa disahkan oleh parlemen sebelum Natal tahun ini.

"Jutaan (rakyat Australia) sudah berbicara dan mereka secara mutlak memilih ya untuk kesetaraan pernikahan," kata Turnbull setelah hasil jajak pendapat diumumkan.

"Mereka memilih ya untuk keadilan, ya untuk komitmen, ya untuk cinta. Dan kini terletak pada kami di parlemen Australia untuk melanjutkannya," tambah Turnbull.

Berdasarkan data Biro Statistik Australia, sebanyak 7,8 juta orang atau 61,6% responden memilih pernikahan sesama jenis disahkan secara resmi oleh pemerintah. Adapun yang menolak mencapai 4,9 juta orang.

Jika ditotal, jumlah responden dalam jajak pendapat tersebut menyentuh 12,7 juta responden atau 79,5% penduduk Australia yang bisa menentukan pilihan dalam pemilu.

Saat hasil diumumkan, para pendukung pernikahan sesama jenis turun ke jalan untuk merayakan. Banyak di antara mereka yang mengibarkan bendera pelangi, menari, menyanyi, dan berpelukan.

Bagaimana pelaksanaan jajak pendapat?

Jajak pendapat pernikahan sesama jenis digelar selama delapan minggu dan, berbeda dengan pemilihan umum yang wajib diikuti, survei ini dilakukan secara sukarela.

Para pemilih diminta menjawab pertanyaan, "Apakah undang-undang pernikahan harus diubah agar pasangan sesama jenis bisa menikah?" Pemilih kemudian mengirimkan jawaban mereka melalui pos.

Kubu pendukung pernikahan sesama jenis beralasan pemerintah harus menjamin kesetaraan dalam pernikahan bagi semua warga. Sedangkan kubu yang menolak, menitikberatkan pada definisi keluarga dan kekhawatiran tentang bagaimana isu gender diajarkan di sekolah.

Kini, Perdana Menteri Turnbullyang merupakan seorang pendukung kuat pernikahan sesama jenismenghadapi perdebatan mengenai komponen apa yang seharusnya dimasukkan dalam revisi undang-undang pernikahan.

Sejumlah anggota parlemen yang beraliran konservatif mengajukan revisi undang-undang yang mendorong pengecualian sehingga pemilik usaha berhak menolak melayani pernikahan pasangan homoseksual. Mereka berkilah hal tersebut memberi perlindungan keagamaan kepada warga.

Di lain pihak, Senator Dean Smith berencana mengajukan revisi dalam versi berbeda. Versi ini mendapat sokongan luas dari partai oposisi dan sejmlah elemen pemerintah, termasuk Turnbull.

Bagaimanapun, rencana pengesahan pernikahan sesama jenis mendapat sambutan dari berbagai pihak.

"Ini adalah hasil luar biasa dan kita harus sangat bangga terhadap negara menakjubkan ini," kata Direktur Eksekutif maskapai Qantas, Alan Joyce, yang menyokong pernikahan sesama jenis.

Mantan PM Tony Abbot, yang menentang pernikahan sesama jenis, mengatakan parlemen "harus menghormati hasil" jajak pendapat.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar