Selasa, 11 Desember 2018 | 04:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

DPRD Jabar siap bantu sosialiasikan bahaya narkotika

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir. Sumber foto: http://bit.ly/2hAmTNc
Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir. Sumber foto: http://bit.ly/2hAmTNc
<p>DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan siap membantu menyosialiasikan bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat yang bisa dilakukan ketika menggelar dialog, dengar pendapat atau saat kunjungan kerja pada masa reses.</p><p>"Tentunya sebagai mitra pemerintah dan Badan Narkotika Nasional atau BNN, kami siap membantu sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda tentang bahaya narkotika," kata Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir di Bandung, Rabu (15/11).</p><p>Sosialisasi tersebut, kata Syahrir, merupakan bagian dari peran aktif DPRD Jawa Barat untuk memberantas penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya di Provinsi Jawa Barat.</p><p>"Kami akan melakukan berbagai upaya untuk memberantas penyalahgunaan narkoba ini, terlebih peredarannya saat ini sudah sampai hingga ke anak-anak. Miris sekali kan, sehingga kita semua harus bersatu melawan penyalahgunaan narkoba," kata dia.</p><p>Ia mengaku miris mendengar informasi dari Kepala BNN Komjen Pol Drs Budi Waseso yang menyatakan ada bayi yang terpapar narkoba dari orang tuanya.</p><p>"Ini kan miris sekali, anak itu calon generasi penerus bangsa, apa jadinya kalau sejak bayi dia sudah dinyatakan positif atau terpapar narkoba," kata dia.</p><p>Oleh karena itu pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi langkah BNN RI dan BNN Provinsi Jawa Barat yang memusnahkan berbagai jenis narkoba dari hasil pengungkapan sejumlah kasus di Provinsi Jawa Barat, di depan Gedung Sate, beberapa waktu lalu.</p><p>Selain itu, lanjut Syahrir, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan BNN Provinsi Jawa Barat terkait pemberantasan narkotika.</p><p>Lebih lanjut ia mengatakan status darurat narkoba di Indonesia harus dimaknai sebagai peringatan dini untuk seluruh lapisan masyarakat karena narkotika bisa menghancurkan tatanan NKRI.</p><p>"Narkotika itu berbahaya sekali, narkotika bisa merusak ketahanan tatanan sosial di masyarakat kita," kata dia.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan siap membantu menyosialiasikan bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat yang bisa dilakukan ketika menggelar dialog, dengar pendapat atau saat kunjungan kerja pada masa reses.</p><p>"Tentunya sebagai mitra pemerintah dan Badan Narkotika Nasional atau BNN, kami siap membantu sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda tentang bahaya narkotika," kata Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir di Bandung, Rabu (15/11).</p><p>Sosialisasi tersebut, kata Syahrir, merupakan bagian dari peran aktif DPRD Jawa Barat untuk memberantas penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya di Provinsi Jawa Barat.</p><p>"Kami akan melakukan berbagai upaya untuk memberantas penyalahgunaan narkoba ini, terlebih peredarannya saat ini sudah sampai hingga ke anak-anak. Miris sekali kan, sehingga kita semua harus bersatu melawan penyalahgunaan narkoba," kata dia.</p><p>Ia mengaku miris mendengar informasi dari Kepala BNN Komjen Pol Drs Budi Waseso yang menyatakan ada bayi yang terpapar narkoba dari orang tuanya.</p><p>"Ini kan miris sekali, anak itu calon generasi penerus bangsa, apa jadinya kalau sejak bayi dia sudah dinyatakan positif atau terpapar narkoba," kata dia.</p><p>Oleh karena itu pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi langkah BNN RI dan BNN Provinsi Jawa Barat yang memusnahkan berbagai jenis narkoba dari hasil pengungkapan sejumlah kasus di Provinsi Jawa Barat, di depan Gedung Sate, beberapa waktu lalu.</p><p>Selain itu, lanjut Syahrir, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan BNN Provinsi Jawa Barat terkait pemberantasan narkotika.</p><p>Lebih lanjut ia mengatakan status darurat narkoba di Indonesia harus dimaknai sebagai peringatan dini untuk seluruh lapisan masyarakat karena narkotika bisa menghancurkan tatanan NKRI.</p><p>"Narkotika itu berbahaya sekali, narkotika bisa merusak ketahanan tatanan sosial di masyarakat kita," kata dia.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com