Kamis, 23 November 2017

Kasus dugaan pidana pencucian uang

Rohadi akui serahkan STNK mobil gratifikasi bupati Indramayu ke Daniel Muttaqien

Rabu, 15 November 2017 15:25

Ayo berbagi!

Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan penyidikan kasus dugaan pidana pencucian uang yang diduga melibatkan mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Rohadi.

Usai diperiksa Rohadi mengakui memberikan gratifikasi berupa mobil Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi B 104 ANA kepada Bupati Indramayu Anna Sophanah.

"Yang Pajero itu mengenai gratifikasi murni untuk Bupati Indramayu Anna Sopanah," kata Rohadi usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta.Selasa (14/11) seperti dilaporkan Reporter elshinta, Supriyarto Rudatin.

Rohadi menyebut, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil gratifikasi Anna  ini diserahkannya kepada Daniel Muttaqien yang merupakan anak dari Anna. Serah terima STNK itu terjadi di sebuah restoran di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Diketahui, Daniel merupakan anak kandung Anna dan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Yance. Saat ini, Daniel yang menjabat Anggota DPR disodorkan DPP Partai Golkar untuk menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Sementara Yance yang menjabat sebagai Bupati Indramayu dua periode telah divonis bersalah dalam kasus korupsi pembebasan lahan seluas 82 hektar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumur Adem, Indramayu.

Anna sendiri sudah pernah diperiksa penyidik KPK pada 20 September 2016 silam. Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami dugaan penerimaan sebuah mobil dari Rohadi yang diduga berkaitan dengan pendirian RS Reysa di Indramayu.

Rohadi menyebut mobil gratifikasi untuk orang nomor satu di Indramayu itu telah disita penyidik KPK. Rohadi pun mempercayai KPK bakal mengusut kasus gratifikasi ini.

Rohadi ditetapkan KPK sebagai tersangka atas tiga kasus korupsi berbeda. Pertama, Rohadi diduga menerima suap pengurusan perkara pedangdut Saipul Jamil. Dalam kasus itu, Rohadi divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier tiga bulan kurungan. Rohadi juga ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dalam kapasitasnya sebagai panitera PN Jakut dan PN Bekasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Kemudian KPK menetapkan  Rohadi  sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) lantarn diduga menyamarkan sejumlah aset yang diduga diperoleh dari hasil korupsi.

Sejauh ini KPK telah menyita sejumlah aset milik Rohadi, seperti mobil ambulans, mobil pribadi Mitshubisi Pajero Sport, mobil Toyota Yaris. Kemudian uang Rp700 juta yang ditemukan di mobil Rohadi saat ditangkap penyidik KPK. Tak hanya itu, KPK juga telah menyita dua rumah di Perumahan Royal Residence Blok A6 Nomor 12 dan Blok D3 Nomor 8, Cakung, Jakarta Timur, satu unit Apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara, rumah di Cikedung dan di kampung Lungadung, Indramayu serta Rumah Sakit Resya Permata.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar