Minggu, 23 September 2018 | 20:15 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Candu nikotin sangat berbahaya, di bawah heroin-kokain

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Seorang pria memegang kemasan rokok di Paris (25/9/2014). Sumber foto: http://bit.ly/2hqZ6fc
Seorang pria memegang kemasan rokok di Paris (25/9/2014). Sumber foto: http://bit.ly/2hqZ6fc
<p>Ahli psikiatri di RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, dr Adhi W Nurhidayat SpKJ(K) MPH, mengatakan, candu nikotin sangat berbahaya dan berada pada peringkat tiga setelah heroin dan kokain.</p><p>"Candu nikotin, zat yang terkandung di dalam rokok, berada setelah heroin dan kokain. Itu yang tidak banyak diketahui masyarakat sehingga tidak dianggap berbahaya," kata dia, dalam diskusi di Jakarta, Rabu (15/11).</p><p>Dia mengatakan, narkoba terdiri atas dua kelompok besar, yaitu yang dilarang penggunaannya secara umum dan yang masih diperbolehkan. Yang termasuk masih diperbolehkan adalah alkohol dan rokok.</p><p>Ahli psikiatri yang banyak menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan zat adiktif itu mengatakan nikotin pada dosis rendah memang menimbulkan dampak membuat seseorang menjadi tenang.</p><p>"Itu adalah efek dari zat adiktif. Karena merasa tenang, akhirnya menjadi kecanduan," ujarnya.</p><p>Menurut dia, para perokok sebenarnya menyadari dampak negatif dari merokok. Namun, efek memberikan ketenangan itu menjadi dalih bagi mereka supaya tetap bisa merokok. Mereka berdalih supaya bisa bekerja dengan baik, maka perlu merokok.</p><p>Sementara itu, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas T Nainggolan, mengatakan, secara nasional sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan yang mengatur kawasan tanpa rokok. Di DKI Jakarta juga terdapat Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.</p><p>"Menurut peraturan tersebut, terdapat tujuh kawasan yang termasuk kawasan tanpa rokok. Salah satunya adalah tempat kerja. Aktivitas merokok di tempat kerja juga jelas melanggar kesehatan dan keselamatan kerja atau K3," katanya, seperti dikutip <i>Antara</i>. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Olahraga | 23 September 2018 - 19:49 WIB

NBA setujui perubahan aturan `shot clock`

Badminton | 23 September 2018 - 19:37 WIB

Rinov-Mentari sabet gelar juara Indonesia Masters 2018

Asia Pasific | 23 September 2018 - 18:48 WIB

Komnas HAM Malaysia tolak perkawinan sejenis

Hukum | 23 September 2018 - 18:37 WIB

Menteri PPPA: Korban perdagangan orang Banten tinggi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com