Senin, 25 Juni 2018 | 22:20 WIB

Daftar | Login

/

Indonesia angkat isu pengentasan kesenjangan

KTT ASEAN Summit ke-31

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
<p>Indonesia kembali membawa isu pentingnya role model pembangunan ekonomi untuk pengentasan kesenjangan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit ke-31 di Manila, Filipina. Isu yang dibawa ini merupakan kelanjutan dari pembahasan forum APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialog dengan dan APEC Leaders pada KTT APEC ke-25 di Da Nang, Vietnam pada 10-12 November lalu.</p><p>Ketua ABAC Indonesia Anindya N. Bakrie menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengedapankan isu pemberdayaan ekonomi di setiap daerah sebagai salah satu upaya mengatasi kesenjangan tersebut.</p><p>“Presiden terus memperjuangkan isu kesenjangan dalam diplomasi internasional yang melibatkan 21 pimpinan negara APEC. Presiden melihat bahwa kesenjangan ekonomi terjadi dimana-mana, bukan hanya di negara berkembang, melainkan juga negara maju. Indonesia sangat baik dijadikan role model dari berbagai pencapaiannya terutama tiga tahun terakhir,” ujar Anindya dalam keterangan pers yang diterima <strong><i>redaksi elshinta.com,</i></strong> Rabu (15/11).</p><p>Anindya menjelaskan, selama ini baik negara-negara anggota ASEAN maupun APEC mengalami pertumbuhan di sektor perdagangan dan investasi yang pesat. Namun isu mengenai kesenjangan ekonomi masih terjadi di negara-negara tersebut.</p><p>"Oleh karena itu, presiden terus menggarisbawahi bahwa apapun yang akan dilakukan haruslah menyoroti kesenjangan yang terjadi termasuk cara menanggulanginya," ujarnya.</p><p>Menurut Anindya, dibutuhkan suatu tindakan yang menyelaraskan antara growth and equity, sehingga tercipta ekonomi berkeadilan dimana Pemerintah Indonesia telah merampungkan berbagai program <i>‘inclusive growth’.</i></p><p>Program tersebut adalah:</p><p>1. Program dana desa dan penguatan kelembagaan dana desa</p><p>Pemerintah bukan hanya mendistribusikan dana desa senilai Rp 800 juta per desa namun juga memperdayakan dana tersebut sebagai cash for work, oleh karena desa adalah entitas terkecil penggerak ekonomi bangsa.</p><p>Pada tahun 2017 ini total dana desa mencapai Rp60 triliun.</p><p>2. Program UMKM (Usaha Mikro, Kecil danMenengah)</p><p>Pemerintah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para pelaku UMKM untuk menurunkan angka kesenjangan ekonomi yang terjadi.</p><p>Plafon KUR pada 2017 ini ditetapkan sebesar Rp 106,2 triliun.</p><p>3. Program digital economy (ekonomi digital)</p><p>Pemerintah Indonesia melihat bahwa digital ekonomi tidak hanya menciptakan innovative growth namun juga membawa dampak disrupti fterhadap kondisi yang sudah mapan sebelumnya.</p><p>"Pemerintah harus mengambil posisi yang tepat dalam memfasilitasi transformasi yang tidak selalu mulus dengan tetap memprioritaskan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan penciptaan kesempatan kerja yang produktif," tegas Anindya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com