Jumat, 22 Juni 2018 | 19:53 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Sidang Class Action ke Pemerintah Australia di PN Jakpus Kembali Ditunda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Pengacara yang mewakili Pemerintah Australia Togi Pangaribuan berbicara dengan majelis hakim dalam sidang 14 November 2017.
(Courtesy: AustraliaPlus) Pengacara yang mewakili Pemerintah Australia Togi Pangaribuan berbicara dengan majelis hakim dalam sidang 14 November 2017.
<p>Pengacara yang mewakili warga Indonesia yang menggugat Pemerintah Australia karena mereka dipenjarakan di LP orang dewasa mendesak negara itu menghormati sistem peradilan di Indonesia.</p><p>Gugatan class action terhadap Pemerintah Australia ini melibatkan 115 warga Indonesia yang mengaku masih di bawah umur saat dipenjarakan dan ditahan di LP dalam kasus penyelundupan manusia.</p><p>Para pengacara ini, termasuk Lisa Hiariej, menuntut ganti rugi $ 103 juta (sekitar Rp 1 triliun) di peradilan perdata yang dimulai pada bulan Februari 2017.</p><p>Hakim yang memimpin persidangan kasus tersebut menyatakan frustrasinya karena penundaan sidang terus-menerus. Pada persidangan hari Selasa (14/11/2017), Lisa menyatakan kekhawatirannya bahwa Pemerintah Australia berusaha memperlambat proses peradilan.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150996-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150996-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150996-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150996-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150996-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150996-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Lawyer Lisa Hiariej" alt="Lawyer Lisa Hiariej sits in an Indonesian court, with her hands together, holding a pen." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Pengacara Lisa Hiariej khawatir Pemerintah Australia berupaya memperlambat proses peradilan.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC News: Ari Wu</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><p>Ditemui di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat usai persidangan, Lisa mengatakan: "Ini cara Indonesia, pengadilan Indonesia, Anda harus menghormati rakyat Indonesia."</p><p>"Tidak terlalu bagus (karena) mereka ingin menunda-nunda (persidangan)," jelasnya.</p><p>Selama persidangan hari Selasa, pengacara yang mewakili Pemerintah Australia menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kuasa untuk memperdebatkan masalah apapun selain dari masslah yurisdiksi peradilan tersebut.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150992-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150992-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150992-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150992-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150992-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9150992-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Togi Pangaribuan and Maria Yudithia" alt="A man speaks to a woman in an Indonesian courtroom." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Pengacara yang mewakili Pemerintah Australia Togi Pangaribuan dan Maria Yudithia.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>ABC News: Ari Wu</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Hakim Ketua Ibnu Widodo mengatakan pihaknya baru pertama kali menemukan pengaturan (kuasa hukum) semacam itu. Biasanya pengacara mendapatkan kuasa untuk menangani keseluruhan kasus.</p><p>Dia memerintahkan para pihak kembali ke persidangan pada tanggal 28 November dan harus bersiap memperdebatkan tuduhan penggugat, jika majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan kasus ini.</p><p>Para warga Indonesia yang mengugat itu diduga ditahan di Australia antara tahun 2008 dan 2012. Mereka ditahan dalam kasus penyelundupan manusia karena dianggap sudah dewasa berdasarkan hasil X-ray pergelangan tangan yang keakurasiannya telah diragukan.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/3676546-16x9-thumbnail.jpg?v=5" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/3676546-16x9-thumbnail.jpg?v=5" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/3676546-16x9-thumbnail.jpg?v=5 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/3676546-16x9-small.jpg?v=5 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/3676546-16x9-medium.jpg?v=5 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/3676546-16x9-large.jpg?v=5 700w " title="X-ray" alt="X-ray" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Para awak perahu Indonesia ditentukan umurnya menurut hasil X-ray yang kini diragukan akurasinya.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text9" > <p>ABC News</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><p>Mereka menuntut Kepolisian Federal Australia, Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan, lembaga penuntut umum (Commonwealth Director of Public Prosecutions) serta Kejaksaan Agung Australia.</p><p>Pemerintah Australia berpendapat bahwa, sebagai negara berdaulat, mereka tidaklah tunduk pada yurisdiksi peradilan negara lain dan telah menyerahkan dokumen setebal 18 halaman yang menguraikan alasannya dalam persidangan kasus ini.</p><p><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-11-14/australia-urged-to-respect-the-indonesian-court-by-lawyer/9150938" target="_blank" title="">di sini.</a></em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 22 Juni 2018 - 19:50 WIB

Korupsi bikin sedikitnya Rp211 triliun kerugian per tahun di Kongo

Megapolitan | 22 Juni 2018 - 19:39 WIB

DPD tunda lagi pemilihan wakil ketua

Aktual Luar Negeri | 22 Juni 2018 - 19:27 WIB

ATM India dibobol tikus, ribuan dolar rusak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 18:56 WIB

Pertamina pastikan pasokan LPG 3 Kg di Deli Serdang aman

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com