Jumat, 24 November 2017

4000 pelanggar di Kudus terjaring Operasi Zebra

Rabu, 15 November 2017 19:09

Foto: Sutini. Foto: Sutini.
Ayo berbagi!

Ribuan pelanggar lalu lintas (lalin) terjaring dalam operasi Zebra Candi yang digelar oleh Polres Kudus.

Operasi Zebra Candi 2017 dilaksanakan selama 14 hari mulai Rabu (1/11) hingga Selasa (14/11) telah berakhir kemarin. Dalam operasi tersebut, jumlah pelanggar mengalami peningkatan dibandingkan dari tahun lalu. Namun, tingkat kecelakaan mengalami penurunan.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto melalui KBO Satlantas Iptu Sucipto mengatakan, jumlah keseluruhan pelanggar yang terjaring oprasi zebra candi 2017 terdapat 4.281 pelanggar. Terdiri dari pelanggaran tilang dan teguran. Dimana para pelanggar didominasi tilang yakni sebanyak 3.381 pelanggaran.

”Jumlah pelanggar tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Karena tahun lalu jumlahnya total hanya 2.501 pelanggaran. Sedangkan yang ditindak tilang ada 1.591 pelanggaran tetapi tahun ini naik cukup signifikan,” katanya, Rabu (15/11) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini.

Dikatakan Sucipto, pelanggar didominasi kendaraan sepeda motor, disusul mobil penumpang di peringkat kedua. Mobil barang di peringkat ketiga, sedangkan kendaraan bus di peringkat keempat. "Rata - rata usia pelanggar antara 21 hingga 30 tahun", ujarnya.

Dia melanjutkan, meski pelanggaran mengalami peningkatan justru angka kecelakaan mengalami penurunan. Data tahun 2016 terdapat 17 kecelakaan lalu lintas, yang terdiri dari korban luka berat 2 orang dan korban meninggal dunia nihil sedangkan korban luka ringan ada sebanyak 18 orang. Untuk data kecelakaan di tahun 2017 ini, tercatat ada 15 kejadian. Dengan korban 22 orang. Sedangkan korban luka berat dan meninggal dunia tidak ada.

Sebagai langkah menekan tingkat pelanggaran diwilayah Kudus, Satlantas Polres Kudus telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengsn memberikan edukasi kepada masyarakat. Mulai anak usia dini hingga dewasa dilatih untuk tertib berlalu lintas.

”Kami adakan kegiatan Door to Door School memberikan edukasi tertib lalu lintas ke sekolah - sekolah termasuk mengandeng komunitas motor", ungkapnya.

Sucipto berharap agar di tahun 2018 mendatang kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas meningkat, Sehingga tingkat kecelakaan dan pelanggaran menurun.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar