Jumat, 22 Juni 2018 | 20:08 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Efisiensi, fakultas di perguruan tinggi akan dikurangi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AMZo8w
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AMZo8w
<p>Dalam rangka efisiensi di perguruan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berencana mengurangi fakultas.</p><p dir="ltr">"Kami mewacanakan efisiensi fakultas, karena di luar negeri saja jumlah fakultas tidak sebanyak di sini," ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir di Pekanbaru, seperti dilansir dari Antara.</p><p dir="ltr">Nasir memberi contoh di Universitas Queensland, Australia, hanya ada lima fakultas yakni fakultas sains, fakultas kesehatan, fakultas sains sosial dan kemanusiaan, fakultas teknik, dan fakultas ekonomi bisnis dan hukum.</p><p dir="ltr">Sementara di sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air memiliki fakultas lebih dari lima. Di Universitas Riau saja, memiliki 10 fakultas.</p><p dir="ltr">"Banyaknya fakultas sangat berkaitan dengan pejabatnya dan tunjangannya. Bisa nggak enam dekan menjadi satu dekan?," tanyanya.</p><p dir="ltr">Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu mengaku pernah mensimulasikan dan diperkirakan akan bisa menghemat anggaran sekitar 30 hingga 40 persen. Untuk tunjangan pejabat program studi saja, kata dia, menghabiskan anggaran sekitar 55 persen dari alokasi dana.</p><p dir="ltr">"Kami mengapresiasi rektor yang melakukan reformasi yang melakukan langkah itu. Kami akan mengapresiasi rektor tersebut," jelas dia.</p><p dir="ltr">Selain itu, dia meminta agar perguruan tinggi melakukan reformasi dalam bidang pengelolaan perguruan tinggi sehingga menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi.</p><p dir="ltr">Dia mengharapkan perguruan tinggi di Indonesia untuk mulai mengembangkan sistem perkuliahan berkonsep "e-learning" atau berbasis teknologi informasi.</p><p dir="ltr">"Kuliah kedepannya sudah harus berubah memakai konsep e-learning, kalau sudah e-learning, nantinya kelas sudah akan menjadi museum. Pemakaian kelas akan berkurang karena konsep belajarnya bisa di mana saja, bisa saja dirumah." Nasir juga mengatakan, perkembangan perguruan tinggi di masa datang tidak lagi mengandalkan gedung-gedung pusat kegiatan dan perkuliahan, tetapi akan berubah menjadi berbasis teknologi informasi yang mengarah pada e-learning.</p><p dir="ltr">"Kita harus dorong perguruan tinggi mengikuti perkembangan teknologi, misalnya, nanti diarahkan kepada 'classroomless', 'borderless', dan 'paperless' yang sudah berbasis teknologi informasi," tambah Nasir.</p><p dir="ltr">Menteri Nasir menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan Kemristekdikti adalah tetap menjaga mutu dan kualitas pendidikan tinggi serta mendorong pembangunan infrastruktur yang memadai.</p><p dir="ltr"><br> </p><p dir="ltr"><br> </p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:05 WIB

Masa tenang, Bawaslu tingkatkan pengawasan Pilkada Serentak

Aktual Luar Negeri | 22 Juni 2018 - 19:50 WIB

Korupsi bikin sedikitnya Rp211 triliun kerugian per tahun di Kongo

Megapolitan | 22 Juni 2018 - 19:39 WIB

DPD tunda lagi pemilihan wakil ketua

Aktual Luar Negeri | 22 Juni 2018 - 19:27 WIB

ATM India dibobol tikus, ribuan dolar rusak

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com