Rabu, 12 Desember 2018 | 02:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

KPK harus cek kondisi Setya Novanto, kata Wapres

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sumber foto: http://bit.ly/2zfAvRn
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sumber foto: http://bit.ly/2zfAvRn
<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memeriksa rumah sakit-rumah sakit yang pernah merawat tersangka kasus korupsi dalam pengadaan KTP elektronik Setya Novanto guna memastikan kebenaran informasi mengenai kondisi kesehatan Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu.</p><p><br>"Pernyataan sakit itu selalu harus juga dicek oleh KPK sendiri, tidak sembarang orang, dan menurut saya perlu juga diperiksa rumah sakit-rumah sakit yang apa itu, tentang kebenaran daripada informasi itu," katanya di Kompleks Markas Komando Korps Marinir, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).<br><br>Setya Novanto menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Hijau setelah mobil yang dia tumpangi mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis (16/11) malam. Sekarang politikus itu dipindahkan ke RSCM Kencana berdasarkan rujukan dari Rumah Sakit Permata Hijau.<br><br>Wakil Presiden mengatakan kredibilitas rumah sakit dipertaruhkan dalam memberikan informasi kesehatan mengenai seorang tersangka korupsi yang berulang kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dengan alasan sakit.<br><br>"Jangan rumah sakit dipakai, karena nanti etikanya, etika rumah sakitnya, nanti hilang karena banyak yang bersembunyi di balik surat keterangan dokter," kata dia.<br><br>Mengenai kemungkinan menjenguk Setya Novanto di rumah sakit, Wakil Presiden mengatakan, "KPK saja susah jenguk apalagi kita ini."</p><p>Setya Novanto dirawat di RSCM Kencana sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati di bawah pengawasan KPK. Wakil Presiden berharap selanjutnya proses hukum Setya Novanto tidak lagi terganggu.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memeriksa rumah sakit-rumah sakit yang pernah merawat tersangka kasus korupsi dalam pengadaan KTP elektronik Setya Novanto guna memastikan kebenaran informasi mengenai kondisi kesehatan Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu.</p><p><br>"Pernyataan sakit itu selalu harus juga dicek oleh KPK sendiri, tidak sembarang orang, dan menurut saya perlu juga diperiksa rumah sakit-rumah sakit yang apa itu, tentang kebenaran daripada informasi itu," katanya di Kompleks Markas Komando Korps Marinir, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).<br><br>Setya Novanto menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Hijau setelah mobil yang dia tumpangi mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis (16/11) malam. Sekarang politikus itu dipindahkan ke RSCM Kencana berdasarkan rujukan dari Rumah Sakit Permata Hijau.<br><br>Wakil Presiden mengatakan kredibilitas rumah sakit dipertaruhkan dalam memberikan informasi kesehatan mengenai seorang tersangka korupsi yang berulang kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dengan alasan sakit.<br><br>"Jangan rumah sakit dipakai, karena nanti etikanya, etika rumah sakitnya, nanti hilang karena banyak yang bersembunyi di balik surat keterangan dokter," kata dia.<br><br>Mengenai kemungkinan menjenguk Setya Novanto di rumah sakit, Wakil Presiden mengatakan, "KPK saja susah jenguk apalagi kita ini."</p><p>Setya Novanto dirawat di RSCM Kencana sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati di bawah pengawasan KPK. Wakil Presiden berharap selanjutnya proses hukum Setya Novanto tidak lagi terganggu.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com