Sabtu, 24 Februari 2018

RI terus upayakan hilangkan diskriminasi kelapa sawit

Kamis, 23 November 2017 13:00

Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mRxFk0 Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2mRxFk0
Ayo berbagi!

Presiden RI, Joko Widodo kembali membahas isu kelapa sawit dengan Malaysia. Ini merupakan kali kedua Jokowi `berteriak` terkait masalah kelapa sawit setelah sebelumnya juga dibahas dalam KTT Peringatan 40 tahun kerja sama ASEAN-Uni Eropa di Manila. Seberapa pentingkah kelapa sawit untuk Indonesia?

Menurut Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, saat dihubungi Elshinta, Kamis (23/11) pembicaraan soal kelapa sawit sangatlah penting karena isu kelapa sawit menyangkut 17 juta orang di Indonesia.

"17 juta orang yang terlibat dalam kegiatan kelapa sawit, baik secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya.

Kalau dilihat dari sisi lahannya, lanjut Retno mengatakan, lebih dari 40 persen lahan yang digunakan untuk kelapa sawit, merupakan lahan yang dimiliki oleh small holder.

"Oleh karena itu kita terus berjuang karena kelapa sawit selalu mengalami diskriminasi terutama dari negara-negara Uni Eropa," terangnya.

Menurut Retno, negara-negara Uni Eropa kerap mempermasalahkan kelapa sawit lebih kepada masalah sustainability. Namun, Retno mengatakan bahwa pihaknya kerap berbicara menggunakan data-data mengenai sustainability dan juga apa yang sudah dan terus lakukan menanggapi masalah sustainability tersebut.

Namun walaupun mereka mendengarkan, Retno menambahkan, upaya 'mereka' untuk terus mendiskriminasi terus pula dilakukan.

"Oleh karena itu kita memfokuskan diri, meningkatkan kerjasama dengan Malaysia. Karena kalau kita combine, maka kita mewakili lebih dari 80 persen produk kelapa sawit dunia," terangnya.

Retno mengatakan, mau tidak mau kita harus mengembangkan kerjasama dengan Malaysia terlebih saat ini Indonesia telah memiliki Council of Palm Oil Producers Country (CPOPC).


Penulis: Yuno.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar