Senin, 18 Desember 2017

Kementan berhasil pakai rumus baru suplai komoditi pangan

Jumat, 24 November 2017 09:58

Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AtYxN8 Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AtYxN8
Ayo berbagi!

Sejumlah komoditas pangan yang selama ini tergantung dengan impor sejak tiga tahun terakhir, saat ini sudah dapat dipenuhi dari hasil pertanian sendiri. Bahkan ada satu komoditas yang sudah dapat di ekspor.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, seperti dihimpun dalam News Flash Radio Elshinta, Jumat (24/11) pagi. 

Amran menyebutkan, adapun beberapa komoditas yang saat ini sudah dapat dipenuhi di antaranya jagung, bawang, dan beras.

Bahkan untuk komoditas bawang, menurut Amran, Indonesia telah melakukan ekspor ke enam negara. Sementara dalam keberhasilan Indonesia dalam memenuhi komoditas pangan dalam negeri, dapat diraih berkat penerapan metode baru, yakni melakukan tanam padi satu juta hektar pada musim paceklik, menjadi solusi.

“Dulu pacekliknya itu November, Desember, Januari. Tahun ini kami yakin,  tidak ada paceklik seperti tahun lalu. Kita sudah ketemu rumus baru, metode baru, yaitu dimana bulan kering, Juli, Agustus, September jangan kita lewatkan harus tanam minimal 1 juta hektar,” paparnya.

Menurutnya, ini merupakan tahun kedua yang masuk tahun ketiga tidak ada impor. “Juga jagung sudah tidak impor, bawang kita sudah ekspor ke enam negara, kemudian cabai, ada empat saat ini,” imbuhnya.

Amran menjelaskan, saat ini konsumsi beras nasional mencapai 2,6 juta ton. Sementara dengan metode tanam padi 1 juta hektar pada musim paceklik, bisa menghasilkan 3 juta ton dan stok beras nasional saat ini bisa bertahan hingga bulan Mei 2018 mendatang. 

Penulis: Yuno.

Editor: Dewi Rusiana.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar