Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Kementan berhasil pakai rumus baru suplai komoditi pangan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AtYxN8
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AtYxN8
<p>Sejumlah komoditas pangan yang selama ini tergantung dengan impor sejak tiga tahun terakhir, saat ini sudah dapat dipenuhi dari hasil pertanian sendiri. Bahkan ada satu komoditas yang sudah dapat di ekspor.</p><p>Demikian disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, seperti dihimpun dalam News Flash Radio Elshinta, Jumat (24/11) pagi.&nbsp;<br></p><p>Amran menyebutkan, adapun beberapa komoditas yang saat ini sudah dapat dipenuhi di antaranya jagung, bawang, dan beras.<br></p><p>Bahkan untuk komoditas bawang, menurut Amran, Indonesia telah melakukan ekspor ke enam negara. Sementara dalam keberhasilan Indonesia dalam memenuhi komoditas pangan dalam negeri, dapat diraih berkat penerapan metode baru, yakni melakukan tanam padi satu juta hektar pada musim paceklik, menjadi solusi.<br></p><p>“Dulu pacekliknya itu November, Desember, Januari. Tahun ini kami yakin,&nbsp; tidak ada paceklik seperti tahun lalu. Kita sudah ketemu rumus baru, metode baru, yaitu dimana bulan kering, Juli, Agustus, September jangan kita lewatkan harus tanam minimal 1 juta hektar,” paparnya.</p><p>Menurutnya, ini merupakan tahun kedua yang masuk tahun ketiga tidak ada impor. “Juga jagung sudah tidak impor, bawang kita sudah ekspor ke enam negara, kemudian cabai, ada empat saat ini,” imbuhnya.</p><p>Amran menjelaskan, saat ini konsumsi beras nasional mencapai 2,6 juta ton. Sementara dengan metode tanam padi 1 juta hektar pada musim paceklik, bisa menghasilkan 3 juta ton dan stok beras nasional saat ini bisa bertahan hingga bulan Mei 2018 mendatang.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 24 Oktober 2018 - 08:58 WIB

Direktur CIA ke Turki terkait kasus Khashoggi

Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

<p>Sejumlah komoditas pangan yang selama ini tergantung dengan impor sejak tiga tahun terakhir, saat ini sudah dapat dipenuhi dari hasil pertanian sendiri. Bahkan ada satu komoditas yang sudah dapat di ekspor.</p><p>Demikian disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, seperti dihimpun dalam News Flash Radio Elshinta, Jumat (24/11) pagi.&nbsp;<br></p><p>Amran menyebutkan, adapun beberapa komoditas yang saat ini sudah dapat dipenuhi di antaranya jagung, bawang, dan beras.<br></p><p>Bahkan untuk komoditas bawang, menurut Amran, Indonesia telah melakukan ekspor ke enam negara. Sementara dalam keberhasilan Indonesia dalam memenuhi komoditas pangan dalam negeri, dapat diraih berkat penerapan metode baru, yakni melakukan tanam padi satu juta hektar pada musim paceklik, menjadi solusi.<br></p><p>“Dulu pacekliknya itu November, Desember, Januari. Tahun ini kami yakin,&nbsp; tidak ada paceklik seperti tahun lalu. Kita sudah ketemu rumus baru, metode baru, yaitu dimana bulan kering, Juli, Agustus, September jangan kita lewatkan harus tanam minimal 1 juta hektar,” paparnya.</p><p>Menurutnya, ini merupakan tahun kedua yang masuk tahun ketiga tidak ada impor. “Juga jagung sudah tidak impor, bawang kita sudah ekspor ke enam negara, kemudian cabai, ada empat saat ini,” imbuhnya.</p><p>Amran menjelaskan, saat ini konsumsi beras nasional mencapai 2,6 juta ton. Sementara dengan metode tanam padi 1 juta hektar pada musim paceklik, bisa menghasilkan 3 juta ton dan stok beras nasional saat ini bisa bertahan hingga bulan Mei 2018 mendatang.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com