Senin, 23 April 2018

Mendagri: Presiden Jokowi ingin Pilkada 2018 bebas ujaran kebencian

Senin, 04 Desember 2017 09:30

Presiden Joko Widodo. Sumber foto: http://bit.ly/2zP5J3r Presiden Joko Widodo. Sumber foto: http://bit.ly/2zP5J3r
Ayo berbagi!

Pesta demokrasi di Indonesia, baik itu pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan pemilihan legislatif, pemilihan presiden dan wakil presiden, yang juga digelar serentak, harus menghasilkan pemilihan yang berkualitas. Salah satu kunci sukses yang diharapkan terwujud adalah kontestasi politik yang digelar jangan dirusak oleh cara-cara kotor seperti ujaran kebencian, fitnah, hoax atau kampanye berbau SARA, yang bisa memecah belah masyarakat.

"Saran Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) kepada pemerintah bagaimana pemilu ini diawali oleh Pilkada, tidak ada kampanye yang berujar kebencian, kampanye hitam apalagi isu SARA termasuk kampanye-kampanye yang berkaitan dengan masalah-masalah fitnah," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, di Jakarta, seperti diinformasikan melalui laman resmi Kemendagri, Minggu (3/12).

Jangan sampai, kata Mendagri, kegaduhan yang terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta terulang lagi dalam Pilkada serentak 2018, maupun dalam Pemilu serentak 2019. Pemerintah bersama dengan kepolisian, BIN dan TNI, ucapnya, akan mencermati itu.

"Saya kira ke depan BIN, khususnya kepolisian, kemudian pemerintah yang dari kantor Kemenko Polhukam masih juga mencermati," ujarnya.

Lebih jauh, Mendagri mengatakan, karena saat ini hawanya sudah berbau Pilpres, ada banyak hal yang harus dicermati. Intinya sosialisasi harus dilakukan dengan baik, sehingga agenda politik yang berhimpitan itu tak melahirkan kerawanan.

"Semua pihak harus ikut menjaga kondusifitas yang baik. Termasuk juga kader partai politik, harus ikut menjaga stabilitas sosial di daerahnya masing-masing," ucapnya.

"Kami mohonkan kepada Bawaslu khususnya, kepolisian juga, pemilu itu sukses kalau tidak ada politik uang. Saya kira ini harus ada proses singkat, khususnya Bawaslu dan kepolisian hal-hal yang berkaitan dengan politik uang," imbuh dia.

Mendagri menambahkan, jika Pilkada 2018 bisa berjalan dengan sukses, ini tentu jadi modal berharga untuk mempersiapkan Pilkada serentak nasional pada 2024. Sehingga, bangsa Indonesia tidak sibuk setiap hari ada Pilkada.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar