Senin, 22 Januari 2018

Banjir Pacitan, Basarnas evakuasi empat korban meninggal dunia

Selasa, 05 Desember 2017 06:20

Banjir Pacitan. Sumber foto: http://bit.ly/2zQmE4s Banjir Pacitan. Sumber foto: http://bit.ly/2zQmE4s
Ayo berbagi!

Basarnas bersama tim SAR gabungan dan relawan mengevakuasi empat korban banjir dalam kondisi meninggal dunia di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sehingga keseluruhan korban yang telah ditemukan menjadi 24 orang dari total dilaporkan hilang 25 jiwa.

Badan SAR Nasional Pos SAR Trenggalek di Pacitan, Senin (4/12), melaporkan, korban terakhir yang berhasil dievakuasi bernama Bonatin (50), warga Dusun Grigak, Desa Kemuning Tegalombo.

Pencarian dilakukan tim Basarnas dengan cara menyisir Sungai Grindulu mulai titik lokasi korban diketahui terseret hingga area Arjosari yang berjarak kurang lebih tujuh kilometer.

"Korban selanjutnya kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tulis tim Humas Basarnas Octaviano menginformasikan perkembangan operasi pencarian korban banjir dan tanah longsor Pacitan.

Tiga korban lain yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada hari ini adalah Inem (60), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung; pasangan suami-istri Sarton (70) dan Sipon (65), warga Desa Ketro, Kecamatan Tulakan.

Masih ada satu korban yang belum berhasil dievakuasi, yakni korban atas nama Yusuf (61) warga Dusun Mantenan, Desa Sidomulyo Kebonagung yang tertimbun longsor.

Penjelasan Basarnas, operasi pencarian korban Yusuf yang tertimbun longsor di rumahnya di Dusun Mantenan, Desa Sidomulyo, Kebonagung itu terkendala lokasi yang terjal serta stok air yang minim.

"Stok air habis sehingga menyulitkan saat melakukan pembukaan longsor menggunakan alkon (mesin pompa air)," terang pihak Basarnas melalui Octaviano.

Selanjutnya, pencarian korban terakhir bakal dilanjutkan Basarnas bersama tim SAR gabungan TNI/Polri bersama relawan warga pada Selasa (5/12).

Laman infobencana.pacitankab.go.id, Senin (4/12), menginformasikan bahwa wilayah dengan kerusakan rumah terbanyak berada di Kecamatan Nawangan dengan 196 rumah, Kebonagung 178 rumah, Ngadirojo 101 rumah, Tegalombo 24 rumah, Tulakan 45 rumah, Punung 42 rumah, Donorojo 21 rumah dan Pringkuku empat rumah.

Selain rumah warga rusak, sepanjang 23.130 meter jalan di Pacitan mengalami kerusakan dari tingkat sedang hingga cukup parah, 820 meter tanggul rusak dan 86 meter jembatan rusak.

Sementara jumlah korban tercatat 25 orang, dengan 23 di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.

"Rekapitulasi jumlah korban Bencana banjir dan tanah longsor terdiri dari enam korban banjir, 19 orang korban tanah longsor," kata Komandan Tanggap Darurat Bencana Alam Pacitan Letkol (Kav) Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar