Senin, 22 Januari 2018

Masa tanggap darurat bencana Pacitan diperpanjang

Selasa, 05 Desember 2017 06:42

Kondisi air di kawasan Kelurahan Ploso Pacitan yang berangsur surut. Sumber foto: http://bit.ly/2ByACbK Kondisi air di kawasan Kelurahan Ploso Pacitan yang berangsur surut. Sumber foto: http://bit.ly/2ByACbK
Ayo berbagi!

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa tanggap darurat penanganan korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadi dua pekan badai Siklon Tropis menerjang kawasan pesisir selatan Jawa ini, yakni mulai Selasa (28/11) hingga Senin (12/12).

"Masa tanggap darurat penanganan korban kami perpanjang karena pertimbangan masih ada beberapa korban banjir dan longsor yang belum ditemukan," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (4/12).

Sebelumnya, Pemkab Pacitan mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Keadaan Darurat yang ditetapkan oleh Bupati Pacitan selama tujuh hari, yakni mulai 28 November hingga 4 Desember 2017.

Namun, mengingat jumlah korban terus bertambah, maka masa tanggap darurat diperpanjang tujuh hari hingga 12 Desember.

"Situasi atau masa tanggap darurat yang semula akan berakhir tanggal 4 Desember 2017 akan diperpanjang hingga 12 Desember mendatang," katanya.

Dia mengatakan bahwa Pemda beserta seluruh aparat yang ada berkonsentrasi memfokuskan pembersihan sekolah-sekolah sehingga diharapkan sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Berikutnya, penanganan masalah kesehatan, baik obat-obatan maupun tenaga medis sudah cukup," kata Willem.

Selain itu, Willem menegaskan fokus penanganan saat ini adalah melanjutkan pencarian korban hilang, penanganan pengungsi termasuk pemenuhan kebutuhan pangan dan obat-obatan.

"Kemudian melakukan assessment sehingga pemulihan bisa dilakukan secepat-cepatnya sesuai instruksi presiden sehingga masyarakat yang terdampak tidak tinggal di situasi darurat terlalu lama," ujarnya.

Sementara, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, untuk persediaan makanan, dapur umum terpusat di Kelurahan Pacitan oleh Dinas Sosial diperkuat bantuan warga dan Denbekang Korem Madiun.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Pacitan membuka 34 titik pelayanan kesehatan dengan 30 dokter, 150 perawat, 100 bidan dari Kabupaten Pacitan, dan perbantuan ikatan profesi kesehatan lainnya.

PDAM juga menyediakan air bersih dengan kekuatan dua tangki dan distribusi sesuai permintaan dari kepala desa.

"Pembersihan lingkungan secara swadaya telah dilakukan oleh masyarakat, dibantu truk dari pemadam serta relawan. Mereka fokus pembersihan lingkungan di jalan, fasilitas umum, sekolah, ibadah, dan tempat tinggal," kata Sutopo.

Selain 25 korban jiwa, bencana alam banjir dan tanah longsor di Pacitan juga merusak sebanyak 615 rumah warga di delapan kecamatan di Kabupaten Pacitan. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar