Rabu, 18 Juli 2018 | 17:28 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Jusuf Kalla usulkan `Kursi Anti-Ngantuk` buat DPR

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Wapres Jusuf Kalla. Sumber foto: http://bit.ly/2kixLjQ
Wapres Jusuf Kalla. Sumber foto: http://bit.ly/2kixLjQ
<p>Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengusulkan agar "Kursi Anti-Ngantuk" hasil riset mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dapat dipakai di Gedung DPR RI.</p><p>"Saya membaca ada mahasiswa UB menciptakan tempat tidur yang anti-ngantuk. Itu nanti kalau dibagikan kepada anggota DPR di ruang sidang itu bagus itu," kata dia, dalam pidato kunci "Seminar Nasional Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis" di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (4/12).</p><p>Pernyataan Kalla disambut tepuk tangan peserta seminar, dan setelah dikonfirmasi setelah meninjau "Pameran Inovasi Teknologi dan Start-Up Bisnis" yang diselenggarakan Badan Usaha Akademik UB. </p><p>Wapres mengaku komentar itu untuk menyemangati hasil riset dan inovasi mahasiswa yang bisa diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.</p><p>Kalla menambahkan, ia akan meminta ketua DPR untuk menyediakan kursi kreasi mahasiswa itu di Gedung DPR karena banyak didapati di media foto maupun video anggota DPR yang mengantuk atau tertidur saat mengikuti sidang.</p><p>"Nanti saya minta ke ketua DPR di DPR disediakan tempat duduk anti ngantuk," kata dia, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Sayangnya, hanya beberapa awak media yang diizinkan masuk ke ruang pameran untuk dapat melihat "Kursi Anti-Ngantuk" tersebut.</p><p>Pameran Inovasi Teknologi dan Start-Up Bisnis diselenggarakan untuk mendorong hasil-hasil riset universitas agar sesuai dengan kebutuhan pasar atau masyarakat dan bernilai ekonomi.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 17:24 WIB

Presiden minta Zohri tingkatkan prestasi

Megapolitan | 18 Juli 2018 - 16:47 WIB

Rekayasa tol dalam kota tentukan kelancaran Asian Games 2018

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 16:37 WIB

Temuan senpi ilegal di Morowali, ini tanggapan Komisi I DPR RI

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 16:18 WIB

Presiden terima Zohri di Istana Bogor

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com