Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kejati: Tersangka korupsi alat kesehatan Binjay telah ditahan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2A399Ts
Sumber foto: http://bit.ly/2A399Ts
<p>Kejaksaan Negeri Binjai, Sumatera Utara telah menahan seorang rekanan yang menjadi tersangka korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Dzoelham Binjai senilai Rp3,5 miliar yang bersumber dari dana APBN 2012.</p><p>Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Selasa (5/12) mengatakan tersangka TD merupakan Direktur PT Mesarinda Abadi selaku rekanan.</p><p>Tersangka, menurut dia, telah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Binjai.</p><p>"Tersangka TD ditangkap oleh penyidik Kejari Binjai di kediamannya Jalan Benteng Binjai," ujar Sumanggar.</p><p>Ia menyebutkan tersangka telah beberapa kali dipanggil Kejari Binjai, namun tidak pernah hadir.</p><p>Penahanan tersangka itu selama 20 hari ke depan untuk memudahkan penyidikan, tidak akan melarikan diri, merusak barang bukti, dan mengulangi perbuatan yang sama.</p><p>Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Binjai juga telah melakukan penggeledahan di rumah tersangka, untuk mencari barang bukti kasus korupsi tersebut, ucapnya.</p><p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Binjai pada Senin (6/11) telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini yakni MS (mantan Direktur Utama RSUD), SYA (pejabat pembuat komitmen) CPT (mantan pejabat RSUD), SHD (Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa), BA (Kepala Cabang Kimia Farma Medan), TD (Direktur PT Mesarinda Abadi, dan FNC (Direktur PT Petan Daya).</p><p>Kasus korupsi proyek pengadaan alkes yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp14 miliar, sedangkan kasus itu merugikan keuangan negara Rp3,5 miliar sesuai hasil audit BPKP Sumut.</p><p>Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai serta tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.</p><p>Penetapan tujuh tersangka itu, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik pidana khusus di depan pimpinan Kejari Binjai pada awal November 2017. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 10:26 WIB

Dishub kerahkan 300 personel kawal pawai Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 10:15 WIB

Puspa Sumut tuntut RUU PKS segera disahkan

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:49 WIB

Pemkab Langkat raih penghargaan `Gerakan Menuju 100 Smart City`

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:37 WIB

Dansatgas TNI Konga tutup pelatihan CTC di Kongo

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:25 WIB

Masalah kesejahteraan diduga jadi motif penembakan 31 pekerja di Papua

Pembangunan | 15 Desember 2018 - 09:13 WIB

Gubernur Jabar targetkan seluruh daerah terhubung jalan tol

<p>Kejaksaan Negeri Binjai, Sumatera Utara telah menahan seorang rekanan yang menjadi tersangka korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Dzoelham Binjai senilai Rp3,5 miliar yang bersumber dari dana APBN 2012.</p><p>Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Selasa (5/12) mengatakan tersangka TD merupakan Direktur PT Mesarinda Abadi selaku rekanan.</p><p>Tersangka, menurut dia, telah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Binjai.</p><p>"Tersangka TD ditangkap oleh penyidik Kejari Binjai di kediamannya Jalan Benteng Binjai," ujar Sumanggar.</p><p>Ia menyebutkan tersangka telah beberapa kali dipanggil Kejari Binjai, namun tidak pernah hadir.</p><p>Penahanan tersangka itu selama 20 hari ke depan untuk memudahkan penyidikan, tidak akan melarikan diri, merusak barang bukti, dan mengulangi perbuatan yang sama.</p><p>Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Binjai juga telah melakukan penggeledahan di rumah tersangka, untuk mencari barang bukti kasus korupsi tersebut, ucapnya.</p><p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Binjai pada Senin (6/11) telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini yakni MS (mantan Direktur Utama RSUD), SYA (pejabat pembuat komitmen) CPT (mantan pejabat RSUD), SHD (Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa), BA (Kepala Cabang Kimia Farma Medan), TD (Direktur PT Mesarinda Abadi, dan FNC (Direktur PT Petan Daya).</p><p>Kasus korupsi proyek pengadaan alkes yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp14 miliar, sedangkan kasus itu merugikan keuangan negara Rp3,5 miliar sesuai hasil audit BPKP Sumut.</p><p>Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai serta tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.</p><p>Penetapan tujuh tersangka itu, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik pidana khusus di depan pimpinan Kejari Binjai pada awal November 2017. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com