Rabu, 19 September 2018 | 05:25 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Kejati: Tersangka korupsi alat kesehatan Binjay telah ditahan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2A399Ts
Sumber foto: http://bit.ly/2A399Ts
<p>Kejaksaan Negeri Binjai, Sumatera Utara telah menahan seorang rekanan yang menjadi tersangka korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Dzoelham Binjai senilai Rp3,5 miliar yang bersumber dari dana APBN 2012.</p><p>Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Selasa (5/12) mengatakan tersangka TD merupakan Direktur PT Mesarinda Abadi selaku rekanan.</p><p>Tersangka, menurut dia, telah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Binjai.</p><p>"Tersangka TD ditangkap oleh penyidik Kejari Binjai di kediamannya Jalan Benteng Binjai," ujar Sumanggar.</p><p>Ia menyebutkan tersangka telah beberapa kali dipanggil Kejari Binjai, namun tidak pernah hadir.</p><p>Penahanan tersangka itu selama 20 hari ke depan untuk memudahkan penyidikan, tidak akan melarikan diri, merusak barang bukti, dan mengulangi perbuatan yang sama.</p><p>Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Binjai juga telah melakukan penggeledahan di rumah tersangka, untuk mencari barang bukti kasus korupsi tersebut, ucapnya.</p><p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Binjai pada Senin (6/11) telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini yakni MS (mantan Direktur Utama RSUD), SYA (pejabat pembuat komitmen) CPT (mantan pejabat RSUD), SHD (Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa), BA (Kepala Cabang Kimia Farma Medan), TD (Direktur PT Mesarinda Abadi, dan FNC (Direktur PT Petan Daya).</p><p>Kasus korupsi proyek pengadaan alkes yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp14 miliar, sedangkan kasus itu merugikan keuangan negara Rp3,5 miliar sesuai hasil audit BPKP Sumut.</p><p>Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai serta tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.</p><p>Penetapan tujuh tersangka itu, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik pidana khusus di depan pimpinan Kejari Binjai pada awal November 2017. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 September 2018 - 21:50 WIB

Farhat Abbas dilaporkan ke Bareskrim dugaan ujaran kebencian

Lingkungan | 18 September 2018 - 21:38 WIB

Pertamina kembangkan transplantasi terumbu karang buatan

Pembangunan | 18 September 2018 - 21:27 WIB

Bursa Inovasi Desa jadi alternatif pembangunan

Sosbud | 18 September 2018 - 21:16 WIB

Pangdam I/BB serahkan piagam ke peserta lomba HUT TNI

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:58 WIB

Tanggapi keluhan warga, Ridwan Kamil luncurkan JabarQR

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:45 WIB

Pansus LPj 2017 endus maraknya papan reklame bodong di Medan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com