Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Tujuh rumah di Pontianak rusak disapu angin kencang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2ilT3Zz
Sumber foto: http://bit.ly/2ilT3Zz
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pontianak, Aswin Taufik mengatakan tujuh rumah mengalami rusak ringan hingga berat akibat terjangan angin kencang, Senin (4/12).</p><p>"Dari data yang kami himpun, hingga Senin malam kemarin, tercatat tujuh rumah yang mengalami rusak ringan hingga berat, dan ada sebanyak 13 titik pohon yang tumbang dampak dari angin kencang itu," kata Aswin Taufik di Pontianak, Selasa (5/12).</p><p>Akibatnya sekitar 38 warga menjadi korban, karena rumah mereka mengalami rusak ringan hingga berat dampak terjangan angin tersebut, katanya.</p><p>"Jumlah paling parah dialami salah seorang warga Kampung Arab, Jalan Tanjung Raya I, atas nama Hamidah dan keluarganya yang tinggal di rumah itu sebanyak 13 jiwa," ungkapnya.</p><p>Aswin menambahkan angin kencang juga mengakibatkan sebuah peti kemas di kawasan Pelindo II Pontianak yang jatuh dari tumpukannya, lalu menimpa sebuah mobil yang sedang parkir, sehingga mengalami kerusakan.</p><p>Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berada di bawah pohon atau bangunan yang mudah ambruk apabila cuaca sedang buruk.</p><p>Sebelumnya, Hairani (51) salah seorang pemilik rumah di tepian Sungai Kapuas, tepatnya di RT 01/RW 02, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, mengatakan rumahnya mengalami rusak parah atau roboh akibar diterjang angin kencang.</p><p>"Saat kejadian saya sedang istirahat dalam rumah, dengan tiba-tiba angin kencang datang, sehingga rumah saya yang sebagian besar dari bahan kayu langsung ambruk," ungkapnya.</p><p>Akibatnya, barang-barang dapur, piring dan lainnya semunya tenggelam di Sungai Kapuas, katanya.</p><p>Menurut dia, usai kejadian tersebut pihak pemerintah langsung mendata. Untuk sementara ia pun akan tinggal menumpang di rumah orang tuanya yang tidak jauh dari rumahnya itu.</p><p>"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, sehingga bisa membangun kembali rumah kami yang rusak parah tersebut," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 24 Oktober 2018 - 08:58 WIB

Direktur CIA ke Turki terkait kasus Khashoggi

Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pontianak, Aswin Taufik mengatakan tujuh rumah mengalami rusak ringan hingga berat akibat terjangan angin kencang, Senin (4/12).</p><p>"Dari data yang kami himpun, hingga Senin malam kemarin, tercatat tujuh rumah yang mengalami rusak ringan hingga berat, dan ada sebanyak 13 titik pohon yang tumbang dampak dari angin kencang itu," kata Aswin Taufik di Pontianak, Selasa (5/12).</p><p>Akibatnya sekitar 38 warga menjadi korban, karena rumah mereka mengalami rusak ringan hingga berat dampak terjangan angin tersebut, katanya.</p><p>"Jumlah paling parah dialami salah seorang warga Kampung Arab, Jalan Tanjung Raya I, atas nama Hamidah dan keluarganya yang tinggal di rumah itu sebanyak 13 jiwa," ungkapnya.</p><p>Aswin menambahkan angin kencang juga mengakibatkan sebuah peti kemas di kawasan Pelindo II Pontianak yang jatuh dari tumpukannya, lalu menimpa sebuah mobil yang sedang parkir, sehingga mengalami kerusakan.</p><p>Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berada di bawah pohon atau bangunan yang mudah ambruk apabila cuaca sedang buruk.</p><p>Sebelumnya, Hairani (51) salah seorang pemilik rumah di tepian Sungai Kapuas, tepatnya di RT 01/RW 02, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, mengatakan rumahnya mengalami rusak parah atau roboh akibar diterjang angin kencang.</p><p>"Saat kejadian saya sedang istirahat dalam rumah, dengan tiba-tiba angin kencang datang, sehingga rumah saya yang sebagian besar dari bahan kayu langsung ambruk," ungkapnya.</p><p>Akibatnya, barang-barang dapur, piring dan lainnya semunya tenggelam di Sungai Kapuas, katanya.</p><p>Menurut dia, usai kejadian tersebut pihak pemerintah langsung mendata. Untuk sementara ia pun akan tinggal menumpang di rumah orang tuanya yang tidak jauh dari rumahnya itu.</p><p>"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, sehingga bisa membangun kembali rumah kami yang rusak parah tersebut," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com