Minggu, 16 Desember 2018 | 04:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Penelitian: Hanya sepertiga rumah di Cilincing bertoilet

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2jQn7gj
Sumber foto: http://bit.ly/2jQn7gj
<p>Rumah warga komunitas nelayan di Cilincing, Jakarta Utara yang memiliki toilet hanya sepertiga dari total rumah yang ada, berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Atma Jaya.</p><p>Kepala Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Atma Jaya Clara Ajisukmo di Jakarta, Selasa (5/12), enggan menyebutkan kelurahan lokasi penelitian tersebut dilakukan dan menekankan fenomena tersebut ditemukan di kota megapolitan Jakarta.</p><p>"Masih ada buang air besar di tempat terbuka, mereka lebih memilih di tempat terbuka, seperti sungai atau got," ujar dia.</p><p>Berdasarkan penelitian itu, hanya 37,5 persen atau sebanyak 225 rumah dari sekitar 600 rumah yang memiliki toilet di komunitas nelayan di Cilincing.</p><p>Alasan masih adanya rumah yang tidak memiliki toilet antara lain karena terdapat toilet umum di lingkungan komunitas berada dan rumah yang dimiliki kecil dan berdempetan.</p><p>"Selanjutnya membuat toilet mahal jadi saat ada toilet umum ya sudah pakai toilet umum saja," ucap Clara.</p><p>Penelitian itu juga menunjukkan warga mengakui melihat kotoran manusia ada di sekitar rumah mereka, padahal anak-anak bermain di sekitar rumah sehingga terancam penyakit cacingan, diare serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).</p><p>Tidak hanya di kawasan Cilincing, buang air besar di tempat terbuka juga ditemukan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur serta Penjaringan, Jakarta Utara.</p><p>"Jatinegara itu komunitas di tengah kota dan daerah kumuh jadi tetap ada BAB di tempat terbuka. Yang tinggal di sana ada pedagang dan pemulung. Rumah rapat faktor penyebabnya," kata dia.</p><p>Menurut Clara, kebersihan dan kesehatan lingkungan masih belum dipahami masyarakat, khususnya yang dalam kondisi ekonomi tidak baik dan berada dalam lingkungan yang padat penduduk.</p><p>Ada pun berdasarkan data Survei Ekonomi dan Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) sampai Maret 2016, sebanyak 16,4 juta keluarga di Indonesia tidak memiliki jamban. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

<p>Rumah warga komunitas nelayan di Cilincing, Jakarta Utara yang memiliki toilet hanya sepertiga dari total rumah yang ada, berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Atma Jaya.</p><p>Kepala Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Atma Jaya Clara Ajisukmo di Jakarta, Selasa (5/12), enggan menyebutkan kelurahan lokasi penelitian tersebut dilakukan dan menekankan fenomena tersebut ditemukan di kota megapolitan Jakarta.</p><p>"Masih ada buang air besar di tempat terbuka, mereka lebih memilih di tempat terbuka, seperti sungai atau got," ujar dia.</p><p>Berdasarkan penelitian itu, hanya 37,5 persen atau sebanyak 225 rumah dari sekitar 600 rumah yang memiliki toilet di komunitas nelayan di Cilincing.</p><p>Alasan masih adanya rumah yang tidak memiliki toilet antara lain karena terdapat toilet umum di lingkungan komunitas berada dan rumah yang dimiliki kecil dan berdempetan.</p><p>"Selanjutnya membuat toilet mahal jadi saat ada toilet umum ya sudah pakai toilet umum saja," ucap Clara.</p><p>Penelitian itu juga menunjukkan warga mengakui melihat kotoran manusia ada di sekitar rumah mereka, padahal anak-anak bermain di sekitar rumah sehingga terancam penyakit cacingan, diare serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).</p><p>Tidak hanya di kawasan Cilincing, buang air besar di tempat terbuka juga ditemukan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur serta Penjaringan, Jakarta Utara.</p><p>"Jatinegara itu komunitas di tengah kota dan daerah kumuh jadi tetap ada BAB di tempat terbuka. Yang tinggal di sana ada pedagang dan pemulung. Rumah rapat faktor penyebabnya," kata dia.</p><p>Menurut Clara, kebersihan dan kesehatan lingkungan masih belum dipahami masyarakat, khususnya yang dalam kondisi ekonomi tidak baik dan berada dalam lingkungan yang padat penduduk.</p><p>Ada pun berdasarkan data Survei Ekonomi dan Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) sampai Maret 2016, sebanyak 16,4 juta keluarga di Indonesia tidak memiliki jamban. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com