Rabu, 19 September 2018 | 05:30 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Semburan gas di Binangun Purworejo mulai mengecil

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2jfijlm
Sumber foto: http://bit.ly/2jfijlm
<p>Semburan gas dari sumur bor di Desa Binangun, Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang terjadi pada Sabtu (2/12) tekanannya mulai mengecil.</p><p>Staf Pengkajian Balai Pengkajian Pengawasan dan Pengendalian ESDM Wilayah Serayu Selatan, Adia Nur, di Purworejo, Selasa (5/12), mengatakan mengecilnya tekanan gas tersebut bisa diketahui dari ketinggian api yang menyala pada sumur bor tersebut.</p><p>Ia menyebutkan pada awalnya ketinggian api dari semburan gas itu mencapai satu meter, kini berkurang tinggal 0,5 meter.</p><p>Ia menuturkan semula semburan api sudah dipadamkan dengan menutup karung di ujung pipa sumur bor, namun kemarin oleh warga karung itu dibuka dan disulut lagi sehingga api menyala.</p><p>Ia mengatakan sebenarnya bisa saja semburan gas itu dimanfaatkan untuk bahan bakar warga, namun karena tekanannya relatif kecil, nanti saat akan digunakan gas sudah habis.</p><p>"Untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga sangat kecil, karena tekanan gas tidak begitu besar," katanya.</p><p>Menurut dia, gas yang timbul dari endapan fosil tersebut sudah beberapa kali terjadi di wilayah Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, karena daerah tersebut merupakan cekungan.</p><p>Ia mengatakan dari beberapa kejadian yang sama, semburan gas tersebut tidak bertahan lama dan kemudian hilang.</p><p>"Kalau ketinggian api bisa bertahan terus bisa dikaji lebih lanjut, namun baru beberapa hari saja semburan gas mulai surut, jadi percuma kalau mau dimanfaatkan karena gas akan hilang dalam jangka waktu tidak terlalu lama," katanya.</p><p>Ia menuturkan gas tersebut tidak membahayakan asal jangan terlalu dekat. Bahayanya kalau menghirup metannya bisa sesak napas.</p><p>Ia mengimbau masyarakat tidak terlalu resah, hal itu merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di daerah cekungan.</p><p>Semburan gas tersebut muncul saat warga membuat sumur bor untuk mengairi palawija di ladang tersebut.</p><p>Sebenarnya munculnya gas tersebut sudah diketahui saat pengeboran mencapai kedalaman 12 meter keluar buih dan pengeboran dihentikan pada kedalaman 18 meter.</p><p>Saat itu, ada warga yang mencoba menyulut gas dengan korek api sehingga muncul semburan api. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 September 2018 - 21:50 WIB

Farhat Abbas dilaporkan ke Bareskrim dugaan ujaran kebencian

Lingkungan | 18 September 2018 - 21:38 WIB

Pertamina kembangkan transplantasi terumbu karang buatan

Pembangunan | 18 September 2018 - 21:27 WIB

Bursa Inovasi Desa jadi alternatif pembangunan

Sosbud | 18 September 2018 - 21:16 WIB

Pangdam I/BB serahkan piagam ke peserta lomba HUT TNI

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:58 WIB

Tanggapi keluhan warga, Ridwan Kamil luncurkan JabarQR

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:45 WIB

Pansus LPj 2017 endus maraknya papan reklame bodong di Medan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com