Senin, 22 Januari 2018

Nelayan diingatkan agar ikuti informasi BMKG

Selasa, 05 Desember 2017 11:24

Sumber foto: http://bit.ly/2AQZIG6 Sumber foto: http://bit.ly/2AQZIG6
Ayo berbagi!

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mengingatkan para nelayan wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu untuk terus mengikuti informasi BMKG sebelum melaut demi meminimalkan terjadinya dampak buruk bagi para penangkap ikan itu.

"Hal ini penting kami sampaikan agar nantinya bisa memberikan hal positif bagi nelayan yang akan melaut," kata Kepala BPBD Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Selasa (5/12).

Menurut dia, informasi BMKG itu penting diikuti untuk memberikan kewaspadaan kepada setiap nelayan sebelum melakukan segala aktivitasnya di laut. "Kita tahu dalam beberapa hari ini terjadi perubahan cuaca yang sangat ekstrem dan itu tentu akan berdampak kepada nelayan jika tidak diantisipasi," katanya.

Dalam konteks itu, BPBD hanya bisa mendorong nelayan terus memantau informasinya. "Kami (BPBD) tidak dalam kapastitas melarang nelayan melaut, tetapi hanya bisa meminta nelayan ikuti informasi perubahan cuaca dari BMKG," kata Ade.

Biasanya dalam kondisi cuaca di saat-saat ini, sangat berpotensi terjadinya badai dan gelombang tinggi di lautan. Karena itulah wajib diantisipasi oleh para nelayan.

Selain nelayan warga lainnya yang bermukim di sepanjang pesisir pantai juga diminta untuk segera mewaspadai perubahan cuaca ini. Jika badai datang, maka akan terjadi air pasang dan itu akan memberi dampak buruk bagi warga di sepanjang pesisir pantai.

Terhadap masyarakat di sepadang sungai dan kali lanjut Ade, juga diminta mengantisipasi kemungkinan longsor dan pohon tumbang. Jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, maka akan diikuti angin kencang dan banjir. "Loangsor dan pohon tumbang bisa sangat mudah terjadi. Karena itulah kami minta warga mulailah bersiaga," kata Ade.

Masyarakat diminta untuk segera melaporkan setiap kejadian kebencanaan yang dialami di pemerintah setempat atau ke Posko Siaga Bencana yang aktif 24 jam untuk segera mendapatkan penanganan. "Penanganan segera itu dilakukan untuk meminimalisir korban," katanya.

Sejauh ini belum ada laporan dan catatan korban kebencanaan yang dialami warga di daerah ini. "Kita berharap dengan kewaspadaan bersama, hingga akhir musim cuaca ekstrim ini tidak menimbulkan korban," kata Ade berharap.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dari sistem peringatan dini siklon tropis yang diperoleh dari data satelit dan diperkuat dari radar, bahwa pada 3 Desember 2017, jam 19.00 siklon tropis "Dahlia" telah melemah dan menjadi Depresi Tropis (ex-Dahlia).

Dalam tiga hari kedepan, masih terdapat potensi cuaca ekstrem, antara lain hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah yaitu Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua. Sementara angin kencang >20 knot di Sumatera Utara dan Aceh. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar