Rabu, 18 Juli 2018 | 17:13 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Nelayan diingatkan agar ikuti informasi BMKG

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2AQZIG6
Sumber foto: http://bit.ly/2AQZIG6
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mengingatkan para nelayan wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu untuk terus mengikuti informasi BMKG sebelum melaut demi meminimalkan terjadinya dampak buruk bagi para penangkap ikan itu.</p><p>"Hal ini penting kami sampaikan agar nantinya bisa memberikan hal positif bagi nelayan yang akan melaut," kata Kepala BPBD Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Selasa (5/12).</p><p>Menurut dia, informasi BMKG itu penting diikuti untuk memberikan kewaspadaan kepada setiap nelayan sebelum melakukan segala aktivitasnya di laut. "Kita tahu dalam beberapa hari ini terjadi perubahan cuaca yang sangat ekstrem dan itu tentu akan berdampak kepada nelayan jika tidak diantisipasi," katanya.</p><p>Dalam konteks itu, BPBD hanya bisa mendorong nelayan terus memantau informasinya. "Kami (BPBD) tidak dalam kapastitas melarang nelayan melaut, tetapi hanya bisa meminta nelayan ikuti informasi perubahan cuaca dari BMKG," kata Ade.</p><p>Biasanya dalam kondisi cuaca di saat-saat ini, sangat berpotensi terjadinya badai dan gelombang tinggi di lautan. Karena itulah wajib diantisipasi oleh para nelayan.</p><p>Selain nelayan warga lainnya yang bermukim di sepanjang pesisir pantai juga diminta untuk segera mewaspadai perubahan cuaca ini. Jika badai datang, maka akan terjadi air pasang dan itu akan memberi dampak buruk bagi warga di sepanjang pesisir pantai.</p><p>Terhadap masyarakat di sepadang sungai dan kali lanjut Ade, juga diminta mengantisipasi kemungkinan longsor dan pohon tumbang. Jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, maka akan diikuti angin kencang dan banjir. "Loangsor dan pohon tumbang bisa sangat mudah terjadi. Karena itulah kami minta warga mulailah bersiaga," kata Ade.</p><p>Masyarakat diminta untuk segera melaporkan setiap kejadian kebencanaan yang dialami di pemerintah setempat atau ke Posko Siaga Bencana yang aktif 24 jam untuk segera mendapatkan penanganan. "Penanganan segera itu dilakukan untuk meminimalisir korban," katanya.</p><p>Sejauh ini belum ada laporan dan catatan korban kebencanaan yang dialami warga di daerah ini. "Kita berharap dengan kewaspadaan bersama, hingga akhir musim cuaca ekstrim ini tidak menimbulkan korban," kata Ade berharap.</p><p>Sementara itu, berdasarkan pantauan dari sistem peringatan dini siklon tropis yang diperoleh dari data satelit dan diperkuat dari radar, bahwa pada 3 Desember 2017, jam 19.00 siklon tropis "Dahlia" telah melemah dan menjadi Depresi Tropis (ex-Dahlia).</p><p>Dalam tiga hari kedepan, masih terdapat potensi cuaca ekstrem, antara lain hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah yaitu Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua. Sementara angin kencang &gt;20 knot di Sumatera Utara dan Aceh. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 18 Juli 2018 - 16:47 WIB

Rekayasa tol dalam kota tentukan kelancaran Asian Games 2018

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 16:37 WIB

Temuan senpi ilegal di Morowali, ini tanggapan Komisi I DPR RI

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 16:18 WIB

Presiden terima Zohri di Istana Bogor

Megapolitan | 18 Juli 2018 - 15:51 WIB

Proyek LRT Jakarta telah rampung 85 persen

Aplikasi | 18 Juli 2018 - 15:47 WIB

Stiker WhatsApp segera muncul, Ini bocoran tampilannya

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com