Kamis, 19 Juli 2018 | 12:32 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Dianggap berisiko juga pada kesehatan, program vaksinasi demam berdarah dihentikan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Nyamuk dengue" src="http://c.files.bbci.co.uk/75B6/production/_99043103_nyamuk.jpg" height="548" width="976" /> <footer>AFP</footer> <figcaption>Demam berdarah adalah penyakit mematikan yang ditularkan lewat nyamuk.</figcaption> </figure><p>Pemerintah Filipina melakukan penyelidikan terhadap program imunisasi Demam Berdarah Dengue yang melibatkan 730.000 anak, setelah sebuah perusahaan farmasi mengumumkan pemberian vaksin tersebut bisa menimbulkan risiko kesehatan.</p><p>Pekan lalu perusahaan farmasi Prancis Sanofi, mengungkapkan vaksin yang diproduksi pihaknya dapat memperburuk kondisi kesehatan orang-orang yang belum pernah terjangkit demam berdarah.</p><p>Akibatnya, program imunisasi ini dihentikan sementara pada hari Jumat, (1/12) lalu.</p><p>Penyakit demam berdarah ini telah menjangkiti lebih dari 400 juta orang dalam setahun di seluruh dunia.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160404_majalah_filipina_demam">Filipina mulai program vaksinasi demam berdarah pertama dunia </a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/09/140923_iptek_demam_berdarah">Menangkal demam berdarah dengan nyamuk 'baik'</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160204_indonesia_penyebaran_dbd">Penyebaran DBD &quot;bukan hanya&quot; faktor kesehatan</a></li> </ul><p>Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk ini adalah penyebab utama penyakit serius dan kematian di kalangan anak-anak di beberapa negara Asia, trermasuk Indonesia, dan Amerika Latin, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).</p><p>Perusahaan Sanofi mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin bahwa, tidak ada laporan kematian terkait pemberian vaksin demam berdarah di Filipina.</p><p>&quot;Sejauh yang kami ketahui, tidak ada kematian yang dilaporkan terkait dengan vaksinasi demam berdarah,&quot; kata direktur medis perusahaan Ruby Dizon kepada wartawan pada hari Senin (4/12).</p><p>&quot;Tentu saja, kami meyakinkan akan terus melanjutkan pengawasan, kami bekerja sama dengan Departemen Kesehatan (DOH), untuk memastikan program imunisasi ini terpantau.&quot;</p><p>Juru Bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque pada hari Senin mengatakan bahwa &quot;orang-orang diminta untuk tidak panik terkait vaksin demam berdarah&quot; karena pemerintah sedang menyelidiki masalah ini.</p><p>Vaksin Dengvaxia keluaran perusahaan farmasi Sanofi adalah vaksin dengue pertama yang mendapat izin untuk diberikan kepada masyarakat.</p><p>Namun perusahaan tersebut mengatakan bahwa penelitian jangka panjang yang baru menunjukkan, vaksin tersebut ampuh untuk orang-orang yang pernah terjangkit DB sebelumnya, namun berisiko bagi mereka yang sama sekali belum pernah mengidap demam berdarah.</p><p>&quot;Bagi mereka yang sebelumnya belum terinfeksi virus dengue, analisis tersebut menemukan bahwa dalam jangka panjang, berbagai kasus penyakit dapat terjadi setelah vaksinasi dengue,&quot; kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.</p><p>Perusahaan tersebut mengatakan akan meminta otoritas kesehatan untuk terus memantau informasi terbaru yang diberikan kepada para dokter dan pasien yang menggunakan dengan vaksin tersebut.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:24 WIB

DPR pertimbangkan setujui pengajuan kenaikan anggaran PKH

Ekonomi | 19 Juli 2018 - 12:16 WIB

Garis kemiskinan di Jambi naik 7,54 persen

Kriminalitas | 19 Juli 2018 - 12:08 WIB

Dua bom molotov di rumah Mardani berisi pertamax

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:00 WIB

Bagir Manan usulkan aturan siaran langsung persidangan

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 11:43 WIB

Presiden Jokowi dan Wapres JK jenguk SBY

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com