Kamis, 26 April 2018

Mendikbud tegur siswa yang merokok di jalan

Selasa, 05 Desember 2017 13:56

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Sumber foto: http://bit.ly/2ByQY4m Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Sumber foto: http://bit.ly/2ByQY4m
Ayo berbagi!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy turun dari mobil saat hendak rapat ke Istana Bogor dan menegur siswa yang merokok di jalan di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor, Selasa (5/12).

Mendikbud keluar dari mobil dan menyapa para siswa. Sontak para siswa kaget karena dihampiri oleh seorang menteri, yakni Mendikbud pula.

Kurang yakin dengan sosok yang dilihatnya, sebagian siswa lantas mengecek nomor polisi mobil Toyota Innova itu dan membenarkan mobil dinas Mendikbud dengan plat nomor RI 27. 

Delapan siswa yang bergerombol itupun lantas mematikan rokoknya dan menyalami Mendikbud. Ditanya sedang apa di luar sekolah pada saat jam pelajaran, salah seorang siswa, Ibnu Arrosyid, menjawab sudah selesai ujian akhir semester.

"Kalau sudah selesai ujian sebaiknya belajar untuk ujian besok atau pulang membantu orang tua. Jangan bergerombol dan merokok begini, kurang produktif," kata Mendikbud.

Menteri yang juga guru besar Universitas Negeri Malang ini masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu, yakni perkelahian yang menyebabkan seorang pelajar tewas di kabupaten Bogor.

Mendikbud juga mengingatkan agar tidak mudah terpancing dengan ajakan perkelahian. Menurutnya, usia muda sangat menentukan untuk memperbanyak bekal masa depan. ?Jangan digunakan untuk hal-hal negative, perbanyak aktivitas positif, pesannya.

Menariknya, usai menasehati para siswa dan menyuruhnya pulang, Mendikbud merogoh uang dari sakunya. Masing-masing siswa diberinya uang Rp. 100.000.

"Jangan buat beli rokok ya," tukas Mendikbud.

Aksi berhenti spontan di tengah jalan ketika melihat siswa memang menjadi kebiasaan Mendikbud setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah.

Biasanya Mendikbud membagikan buku bacaan cerita rakyat. Kebiasaan lainnya adalah melaksanakan apel atau upacara bendera setiap hari Senin di sekolah-sekolah yang dipilihnya secara acak.

Tujuannya, kata Mendikbud, untuk selalu dekat dan memotivasi siswa di Indonesia. Selain itu juga untuk memupuk nasionalisme. 

Mendikbud ke Bogor hari ini untuk menghadiri rapat di Istana Bogor bersama presiden dan jajaran Kabinet Kerja. Selain itu ia juga menyempatkan menghadiri launching Program Studi Pendidikan Guru PAUD di STKIP Muhammadiyah Bogor.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar