Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Warga binaan rutan Cilodong peringati Maulid Nabi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta
Sumber foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta
<p>Ratusan narapidana muslim warga binaan Rutan Kelas IIB Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, semarak mengikuti peringatan Maulid Nabi Rasulullah Muhammad SAW di Masjid At Taqwa di dalam lingkungan rutan.</p><p>Kepala Rutan Kelas IIB Cilodong, Kota Depok, Shabur Rachman mengatakan, dalam melakukan pembinaan warga binaan rutan perlu dilakukan berbagai pendekatan jasmani dan rohani.</p><p>"Kami yang bertugas di sini, kita semuanya yaitu petugas rutan, warga binaan, masyarakat, tokoh agama, tokoh sosial, aparat hukum, keluarga dari parabinaan harus bersinergi. Semua pendekatan harus kita lakukan demi para narapidana yang sedang menjalani masa di sini," ujarnya kepada Kontributor Elshinta, Hendrik I Raseukiy.&nbsp;</p><p>Sekitar 500 narapidana dari seribuan napi yang berkesempatan ikut acara ini mareka bergembira, selain mendapat nasihat dari para ustad At Taubah juga riang menyantap menu sajian nasi soto ayam. Suasa berbaur dan akrab tampak berkesan, para tamu termasuk wartawan, petugas rutan berinteraksi akrab dan saling sapa.&nbsp;</p><p>"Saya bersyukur menjalani masa tahanan saya di rutan ini. Di sini seperti tinggal di asrama aja. Kalau kami baik dan tertib pasti petugas sayang pada kami. Di sini kalau ada yang sakit juga diopenin, malah ada yang sakit ginjal harus rutin cuci darah juga diutus sama Komandan (kepala rutan)," ujar salah seorang napi yang ikut acara.&nbsp;</p><p>Kesan apresisatif disebutkan Pemimpin Majelis At Taubah Ustad Abubakar Madris, kerjasama rutan dengan aparat pemerintah, dan ulama baik.&nbsp;</p><p>"Kami kasi tausiyah agama di rutan ini gak ada bedanya, seperti ceramah di luar. Lihat itu, warga rutannya baik-baik, kami apresiasi pada pembina dirutan ini," ujarnya.&nbsp;</p><p>Para ustad di At Taubah dari saban hari, dari Senin sampai Kamis secara bergantian menjadi pengajar kepada paranapi di masjid ini.&nbsp;</p><p>Madris berharap, selepas menjalani masa tahanan paranapi lebih baik menjalani kehidupan dan tidak lagi bermasalah dengan hukum, dan penghuni rutan semakin berkurang, serta tidak ada yang terpaksa kembali lagi.&nbsp;</p><p>"Kota Depok khan visinya Nyaman, Aman, Relujius, maka harusnya penghuni rutan harus sedikit. Kalau perlu gak ada malah, kalau warga Depok banyak yang menghuni rutan, y gimana ini dengan visi Kota Depok," tukasnya.&nbsp;</p><p>Di sini mareka bisa lakukan introspeksi diri, bermuhasabah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Setiap masa perjalanan hidup anak manusia pasti ada hikmahnya, disini juga bisa bertaubah dan semoga mareka istiqamah.</p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editotr: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 10:26 WIB

Dishub kerahkan 300 personel kawal pawai Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 10:15 WIB

Puspa Sumut tuntut RUU PKS segera disahkan

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:49 WIB

Pemkab Langkat raih penghargaan `Gerakan Menuju 100 Smart City`

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:37 WIB

Dansatgas TNI Konga tutup pelatihan CTC di Kongo

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:25 WIB

Masalah kesejahteraan diduga jadi motif penembakan 31 pekerja di Papua

Pembangunan | 15 Desember 2018 - 09:13 WIB

Gubernur Jabar targetkan seluruh daerah terhubung jalan tol

<p>Ratusan narapidana muslim warga binaan Rutan Kelas IIB Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, semarak mengikuti peringatan Maulid Nabi Rasulullah Muhammad SAW di Masjid At Taqwa di dalam lingkungan rutan.</p><p>Kepala Rutan Kelas IIB Cilodong, Kota Depok, Shabur Rachman mengatakan, dalam melakukan pembinaan warga binaan rutan perlu dilakukan berbagai pendekatan jasmani dan rohani.</p><p>"Kami yang bertugas di sini, kita semuanya yaitu petugas rutan, warga binaan, masyarakat, tokoh agama, tokoh sosial, aparat hukum, keluarga dari parabinaan harus bersinergi. Semua pendekatan harus kita lakukan demi para narapidana yang sedang menjalani masa di sini," ujarnya kepada Kontributor Elshinta, Hendrik I Raseukiy.&nbsp;</p><p>Sekitar 500 narapidana dari seribuan napi yang berkesempatan ikut acara ini mareka bergembira, selain mendapat nasihat dari para ustad At Taubah juga riang menyantap menu sajian nasi soto ayam. Suasa berbaur dan akrab tampak berkesan, para tamu termasuk wartawan, petugas rutan berinteraksi akrab dan saling sapa.&nbsp;</p><p>"Saya bersyukur menjalani masa tahanan saya di rutan ini. Di sini seperti tinggal di asrama aja. Kalau kami baik dan tertib pasti petugas sayang pada kami. Di sini kalau ada yang sakit juga diopenin, malah ada yang sakit ginjal harus rutin cuci darah juga diutus sama Komandan (kepala rutan)," ujar salah seorang napi yang ikut acara.&nbsp;</p><p>Kesan apresisatif disebutkan Pemimpin Majelis At Taubah Ustad Abubakar Madris, kerjasama rutan dengan aparat pemerintah, dan ulama baik.&nbsp;</p><p>"Kami kasi tausiyah agama di rutan ini gak ada bedanya, seperti ceramah di luar. Lihat itu, warga rutannya baik-baik, kami apresiasi pada pembina dirutan ini," ujarnya.&nbsp;</p><p>Para ustad di At Taubah dari saban hari, dari Senin sampai Kamis secara bergantian menjadi pengajar kepada paranapi di masjid ini.&nbsp;</p><p>Madris berharap, selepas menjalani masa tahanan paranapi lebih baik menjalani kehidupan dan tidak lagi bermasalah dengan hukum, dan penghuni rutan semakin berkurang, serta tidak ada yang terpaksa kembali lagi.&nbsp;</p><p>"Kota Depok khan visinya Nyaman, Aman, Relujius, maka harusnya penghuni rutan harus sedikit. Kalau perlu gak ada malah, kalau warga Depok banyak yang menghuni rutan, y gimana ini dengan visi Kota Depok," tukasnya.&nbsp;</p><p>Di sini mareka bisa lakukan introspeksi diri, bermuhasabah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Setiap masa perjalanan hidup anak manusia pasti ada hikmahnya, disini juga bisa bertaubah dan semoga mareka istiqamah.</p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editotr: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com