Selasa, 23 Oktober 2018 | 22:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Ini tanda-tanda terserang bakteri penyebab difteri

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Bakteri Corynebacterium diphtheriae penyebab difteri bisa menyerang berbagai organ tubuh dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada tubuh.</p><p>Tanda spesifik dan gejala difteri tergantung pada lokasi tubuh yang terinfeksi. Jika menyerang saraf, difteri menyebabkan neuritis atau peradangan yang mengakibatkan kerusakan saraf di saluran pernapasan.</p><p>"Kasus difteri menyebabkan kelainan saraf itu ada dua waktu, akut dan lambat. Yang akut berhubungan dengan toksin yang dikeluarkan bakteri, merusak saraf-saraf di daerah saluran napas, faring, mulut bagian atas," ujar Spesialis anak dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Dr. Roy Amardiyanto,Sp.A Selasa.&nbsp;</p><p>"Kalau saraf terkena akan terjadi pelemahan, saluran napas bagian atas akan terganggu. Yang dikhawatirkan, tertutup saluran napasnya. Pada kondisi serius bisa dibantu pakai ventilator. Kondisi berat bisa menyebabka kematian," tutur Amar.</p><p>Jika bakteri menyerang saluran pernafasan, penderita akan mengalami demam, lesu, kelenjar getah benih di bagian depan leher membesar, jaringan lunak di bagian leher membengkak dan denyut jantung meningkat.</p><p>Sementara jika menyerang kulit, penderita akan mengalami kondisi yang hampir sama seperti menderita penyakit kulit lainnya seperti eksim, meskipun dapat menghasilkan luka (borok).</p><p>Tak hanya itu, sejumlah membran mukosa lainnya juga dapat terinfeksi oleh difteri - termasuk konjungtiva pada mata dan saluran telinga luar, seperti dilansir dari laman Medical News Today.</p><p>Kemudian, pada beberapa kasus lainnya, racun difteri dapat merusak jantung. Awalnya menyebabkan miokarditis-- peradangan otot jantung-- lalu bisa berkembang menjadi gagal jantung. Masalah jantung ini biasanya muncul 10-14 hari sejak tubuh terinfeksi bakteri. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

<p>Bakteri Corynebacterium diphtheriae penyebab difteri bisa menyerang berbagai organ tubuh dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada tubuh.</p><p>Tanda spesifik dan gejala difteri tergantung pada lokasi tubuh yang terinfeksi. Jika menyerang saraf, difteri menyebabkan neuritis atau peradangan yang mengakibatkan kerusakan saraf di saluran pernapasan.</p><p>"Kasus difteri menyebabkan kelainan saraf itu ada dua waktu, akut dan lambat. Yang akut berhubungan dengan toksin yang dikeluarkan bakteri, merusak saraf-saraf di daerah saluran napas, faring, mulut bagian atas," ujar Spesialis anak dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Dr. Roy Amardiyanto,Sp.A Selasa.&nbsp;</p><p>"Kalau saraf terkena akan terjadi pelemahan, saluran napas bagian atas akan terganggu. Yang dikhawatirkan, tertutup saluran napasnya. Pada kondisi serius bisa dibantu pakai ventilator. Kondisi berat bisa menyebabka kematian," tutur Amar.</p><p>Jika bakteri menyerang saluran pernafasan, penderita akan mengalami demam, lesu, kelenjar getah benih di bagian depan leher membesar, jaringan lunak di bagian leher membengkak dan denyut jantung meningkat.</p><p>Sementara jika menyerang kulit, penderita akan mengalami kondisi yang hampir sama seperti menderita penyakit kulit lainnya seperti eksim, meskipun dapat menghasilkan luka (borok).</p><p>Tak hanya itu, sejumlah membran mukosa lainnya juga dapat terinfeksi oleh difteri - termasuk konjungtiva pada mata dan saluran telinga luar, seperti dilansir dari laman Medical News Today.</p><p>Kemudian, pada beberapa kasus lainnya, racun difteri dapat merusak jantung. Awalnya menyebabkan miokarditis-- peradangan otot jantung-- lalu bisa berkembang menjadi gagal jantung. Masalah jantung ini biasanya muncul 10-14 hari sejak tubuh terinfeksi bakteri. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com