Selasa, 12 Desember 2017

Sidang kasus tanah diduga mal administrasi kembali digelar di PN Jaksel

Selasa, 05 Desember 2017 16:02

Sidang di PN Jaksel. Foto: Supriyarto Rudatin/Radio Elshinta. Sidang di PN Jaksel. Foto: Supriyarto Rudatin/Radio Elshinta.
Ayo berbagi!

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menggelar sidang lanjutan dugaan pemalsiuan akta tanah senilai 1,3 triliun di kawasan Bali dengan terdakwa pengusaha Christoforus Richard.

Seperti dilaporkan Reporter elshinta, Supriyarto Rudatin, majelis hakim yang diketuai Chatim Chaerudin kembali menegur ketidakmampuan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Agung, Sigit dkk, untuk menghadirkan para saksi ke persidangan dengan alasan yang tidak jelas.

"Majelis memberikan waktu sekali lagi, Kamis depan diberikan kesempatan saksi yang meringankan," ujar Hakim Ketua Chatim Chaeruddin, Selasa (5/12).

Hakim mengultimatum jaksa karena sidang 6 kali berturut turut tidak berhasil menghadirkan saksi atas terdakwa yang diduga melanggar pasal 266 KUHP terkait pemalsuan akta 2 bidang tanah seluas ,6,9 ha dan 7 ha milik PT Nusantara Raga Wisata.

Sirra Prayuna ketua tim penasehat mengungkapkan, kasus ini semula merupakan perkara perdata yang telah dimenangkan kliennya di tingkat kasasi, tapi kemudian justru kliennya dipidanakan di PN Jakarta Selatan.

Terkait ketidakmampuan jaksa, menurut Sirra, hal tersebut sangat merugikan kliennya. Pasalnya sidang yang telah digelar 11 kali tersebut baru mendengarkan kesaksian 6 orang dari 42 saksi yang diagendakan.

Atas keadaan persidangan tersebut pihaknya meminta agar majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan serta berencana akan mengahadirkan 5 orang saksi yang meringankan untuk menangkis dugaan pemalsuan surat dan akte otentik tersebut.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar