Selasa, 23 Oktober 2018 | 22:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Rupiah Selasa sore menguat ke Rp13.506

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Redaksi.
Foto: Redaksi.
<p>Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (5/12) sore, bergerak menguat 21 poin menjadi Rp13.506 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.527 per dolar Amerika Serikat (AS).</p><p><br></p><p>Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa salah satu faktor yang masih menjaga fluktuasi rupiah bergerak dalam area positif yakni inflasi yang terkendali pada tahun ini.</p><p><br></p><p>"Inflasi domestik cenderung stabil, itu turut mendukung rupiah di pasar valas domestik," ujarnya.</p><p><br></p><p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2017 sebesar 0,2 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-November 2017 mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,3 persen.</p><p><br></p><p>Namun, lanjut Lukman Leong, penguatan rupiah relatif tertahan di tengah fokus investor yang tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat yang dapat dijadikan petunjuk bagi pelaku pasar mengenai rencana kebijakan moneter The Fed pada 2018 mendatang.</p><p><br></p><p>"Pergerakan rupiah masih didominasi oleh faktor Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung masih 'wait and see' menunggu data pekerja Amerika Serikat pekan ini, dan pertemuan The Fed pada pekan depan," katanya.</p><p><br></p><p>Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan bahwa potensi dolar AS kembali menguat juga masih terbuka didorong oleh kemajuan pembahasan RUU Pajak di Amerika Serikat.</p><p><br></p><p>"Janji Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memangkas tarif pajak akhirnya menjadi kenyataan. Dalam regulasi itu juga diatur keringanan pajak bagi perusahaan yang membawa seluruh keuntungan dari luar negeri kembali ke dalam AS," katanya.</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (5/12) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.515 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.527 per dolar AS.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

<p>Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (5/12) sore, bergerak menguat 21 poin menjadi Rp13.506 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.527 per dolar Amerika Serikat (AS).</p><p><br></p><p>Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa salah satu faktor yang masih menjaga fluktuasi rupiah bergerak dalam area positif yakni inflasi yang terkendali pada tahun ini.</p><p><br></p><p>"Inflasi domestik cenderung stabil, itu turut mendukung rupiah di pasar valas domestik," ujarnya.</p><p><br></p><p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2017 sebesar 0,2 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-November 2017 mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,3 persen.</p><p><br></p><p>Namun, lanjut Lukman Leong, penguatan rupiah relatif tertahan di tengah fokus investor yang tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat yang dapat dijadikan petunjuk bagi pelaku pasar mengenai rencana kebijakan moneter The Fed pada 2018 mendatang.</p><p><br></p><p>"Pergerakan rupiah masih didominasi oleh faktor Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung masih 'wait and see' menunggu data pekerja Amerika Serikat pekan ini, dan pertemuan The Fed pada pekan depan," katanya.</p><p><br></p><p>Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan bahwa potensi dolar AS kembali menguat juga masih terbuka didorong oleh kemajuan pembahasan RUU Pajak di Amerika Serikat.</p><p><br></p><p>"Janji Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memangkas tarif pajak akhirnya menjadi kenyataan. Dalam regulasi itu juga diatur keringanan pajak bagi perusahaan yang membawa seluruh keuntungan dari luar negeri kembali ke dalam AS," katanya.</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (5/12) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.515 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.527 per dolar AS.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com