Senin, 22 Januari 2018

Ranperda masyarakat adat di Sumut dan Tapanuli Utara harus segera ditetapkan

Selasa, 05 Desember 2017 20:55

Sumber foto: Prasetiyo/Radio Elshinta Sumber foto: Prasetiyo/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Pimpinan kampung-kampung dan Huta dari Sumatera Timur dan Tapanuli, bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sumut, AMAN Tanoh Batak, Pengurus Besar AMAN, Hutan Rakyat Institute (HaRI) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, melakukan konsolidasi dalam mendorong pemenuhan hak masyarakat adat di Sumatera Utara, Tobasa dan Tapanuli Utara.

Dalam konsolidasi yang dilakukan selama dua hari, yakni sejak 4 hingga 5 Desember 2017 ini merupakan upaya masyarakat adat dengan lembaga pendukungnya di Sumatera Utara dalam memperjuangkan pengakuan terhadap masyarakat Adat di Sumatera Utara yang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2016 di Tapanuli Utara, Tobas dan Sumatera Utara. Namun, hingga tahun 2017 tetap saja tidak ada kemajuan dari pengakuan dan penetapan (rancangan reraturan daerah) Ranperda Masyarakat Adat.

Malah Ranperda masyarakat adat di Tapanuli Utara masih belum masuk ke DPRD Tapanuli Utara. Harapannya hingga akhir Desember 2017, bisa didesak masuk ke dalam Prolegda 2018 agar bisa di tindak lanjuti  di tahun depan proses legislasinya.

Hal ini diungkapkan oleh perwakilan Hutan Rakyat Institute (HaRI), Wina Khairina kepada Kontributor Elshinta, Prasetiyo, Selasa (5/12).

"Ranperda masyarakat adat di Taput belum masuk ke DPRD, ini kita desak agar bisa masuk prolegda 2018," ucapnya. 

Disampaikannya pula, selama tahun 2017 koalisi menganggap tidak banyak kemajuan yang terjadi terkait pengakuan dan penetapan Ranperda Masyarakat Adat seperti di amanatkan Undang-undang Dasar 45 yang telah di amandemen.

Diketahui, sebelumnya Ranperda Masyarakat Adat di tetapkan di Tobasa pada 30 November 2017. Namun substansi Perda ini masih jauh dari harapan masyarakat adat di Tobasa. Keberadaan Lembaga Adat Dalihan Natolu (LADN) yang akan di bentuk oleh pemerintah, justru menghilangkan eksistensi lembaga-lembaga adat yang sudah ada di tingkat Huta.

Penulis: Angga Kusuma.

Editotr: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar