Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

BMKG: Hujan belum berhenti meski Dahlia lenyap

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2BAlydJ
Sumber foto: http://bit.ly/2BAlydJ
<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat menyebutkan hujan merata belum berhenti melanda sejumlah wilayah di Aceh hingga akhir tahun ini meski badai Dahlia telah lenyap.</p><p>"Sekarang Dahlia sudah punah, tapi hujan di Provinsi Aceh masih berlanjut," kata terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Zakaria melalui telepon di Kutacane, Aceh Tenggara, Selasa (5/12).</p><p>Ia mengatakan, masyarakat di Aceh perlu mewaspadai kemungkinan munculnya hujan deras disertai petir dan angin kencang bersifat dadakan sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor.</p><p>Bila dilihat dari dinamika lapisan atmosfer di wilayah Aceh, terutama pekan ini masih cukup banyak uap air di udara dengan angka mencapai 80 sampai 100 persen.</p><p>Selain itu, hingga kini masih bertahannya massa udara bertekanan rendah di Samudra Hindia atau tepatnya di bagian Barat di Aceh sehingga terjadi belokan angin di atas wilayah provinsi paling utara di Pulau Sumatera.</p><p>"Dinamika atmosfer menunjukkan dengan memperhatikan parameter meteorologi, maka hujan masih turun dalam tiga hari ke depan. Berintensitas rata-rata dari sedang, hingga lebat," tuturnya.</p><p>Pihaknya kembali memberi peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi di Aceh, tanpa menyebutkan satu persatu wilayah yang terdampak.</p><p>"Bencana alam, cukup berpotensi untuk seluruh Aceh. Sebab, musim hujan kan masih panjang yakni hingga awal atau pertengahan bulan Januari tahun 2018," ujarnya.</p><p>Misalnya potensi banjir masih berpeluang besar terjadi di daerah aliran sungai terutama di hilirnya. Lalu daerah cekungan baik perkotaan dan daerah yang datar yang luas. "Sedangkan daerah perbukitan untuk daerah kemiringan 45 derajat atau lebih, berpotensi longsor," kata Zakaria.</p><p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara kemarin melaporkan, sekitar 2.600 penduduk di empat desa telah terdampak banjir akibat meluapnya sungai setempat.</p><p>"Kalau korban jiwa, memang tidak ada. Tapi yang terdampak itu ada sekitar 2.600 jiwa," kata Kepala BPBD Aceh Tenggara, Ramadhan.</p><p>Wilayah Aceh Tenggara merupakan dataran tinggi karena berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.</p><p>Kabupaten terletak wilayah Tengah di Aceh ini memiliki 16 kecamatan dengan 103 desa diantaranya berada di lereng perbukitan atau pegunungan, dari total 385 desa dikelilingi oleh pegunungan Taman Nasional Gunung Leuser.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

Ekonomi | 24 Oktober 2018 - 07:58 WIB

Pengamat: Polemik data beras baiknya diselesaikan akarnya

<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat menyebutkan hujan merata belum berhenti melanda sejumlah wilayah di Aceh hingga akhir tahun ini meski badai Dahlia telah lenyap.</p><p>"Sekarang Dahlia sudah punah, tapi hujan di Provinsi Aceh masih berlanjut," kata terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Zakaria melalui telepon di Kutacane, Aceh Tenggara, Selasa (5/12).</p><p>Ia mengatakan, masyarakat di Aceh perlu mewaspadai kemungkinan munculnya hujan deras disertai petir dan angin kencang bersifat dadakan sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor.</p><p>Bila dilihat dari dinamika lapisan atmosfer di wilayah Aceh, terutama pekan ini masih cukup banyak uap air di udara dengan angka mencapai 80 sampai 100 persen.</p><p>Selain itu, hingga kini masih bertahannya massa udara bertekanan rendah di Samudra Hindia atau tepatnya di bagian Barat di Aceh sehingga terjadi belokan angin di atas wilayah provinsi paling utara di Pulau Sumatera.</p><p>"Dinamika atmosfer menunjukkan dengan memperhatikan parameter meteorologi, maka hujan masih turun dalam tiga hari ke depan. Berintensitas rata-rata dari sedang, hingga lebat," tuturnya.</p><p>Pihaknya kembali memberi peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi di Aceh, tanpa menyebutkan satu persatu wilayah yang terdampak.</p><p>"Bencana alam, cukup berpotensi untuk seluruh Aceh. Sebab, musim hujan kan masih panjang yakni hingga awal atau pertengahan bulan Januari tahun 2018," ujarnya.</p><p>Misalnya potensi banjir masih berpeluang besar terjadi di daerah aliran sungai terutama di hilirnya. Lalu daerah cekungan baik perkotaan dan daerah yang datar yang luas. "Sedangkan daerah perbukitan untuk daerah kemiringan 45 derajat atau lebih, berpotensi longsor," kata Zakaria.</p><p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara kemarin melaporkan, sekitar 2.600 penduduk di empat desa telah terdampak banjir akibat meluapnya sungai setempat.</p><p>"Kalau korban jiwa, memang tidak ada. Tapi yang terdampak itu ada sekitar 2.600 jiwa," kata Kepala BPBD Aceh Tenggara, Ramadhan.</p><p>Wilayah Aceh Tenggara merupakan dataran tinggi karena berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.</p><p>Kabupaten terletak wilayah Tengah di Aceh ini memiliki 16 kecamatan dengan 103 desa diantaranya berada di lereng perbukitan atau pegunungan, dari total 385 desa dikelilingi oleh pegunungan Taman Nasional Gunung Leuser.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com