Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

AU Rusia lakukan latihan navigasi jarak jauh di Biak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Aman Hasibuan.
Foto: Aman Hasibuan.
<p>Sebanyak 110 Personel Angkatan Udara Rusia di Kabupaten Biak, Provinsi Papua melaksanakan misi latihan navigasi jarak jauh dari angkatan udara Rusia, dan Biak dipilih sebagai lokasi titik akhir navigasi yang sudah dikaji oleh staf ahli Mabes TNI dan Mabes Rusia. </p><p><br></p><p>“Ini merupakan program kerja staf Mabes TNI dan Mabes AU. Kegiatan ini tidak ada unsur lain kecuali hanya terbang navigasi yang didahului oleh pesawat angkut ilushyin-76 sebanyak dua pesawat yang telah mendarat dini hari di Biak dan disusul oleh dua pesawat bomber jenis tupoleve tu 95ms,” kata Komandan Lanud Manuhua Kolonel Pnb. Arif Widianto, M. Si. (Han), Selasa (5/12) seperti dilaporkan <i><strong>Kontributor elshinta, Aman Hasibuan.&nbsp;</strong></i></p><p><br></p><p>Menurut Danlanud Widianto, dua Pesawat bomber ini terbang langsung dari Vladivostok Rusia selama kurang lebih 12 jam divert menuju Biak, pesawat yang terbang ke sini tidak dilengkapi dengan amunisi dan kamera intai.</p><p><br></p><p>“Jadi murni haya terbang navigasi. Terbang navigasi itu sendiri adalah terbang dari poin ke poin dengan mengandalkan ketepatan kordinat yang tidak melenceng arahnya dengan melewati spesifik daratan dan lautan serta mencoba pertama kali untuk terbang melintas garis khatulistiwa. Untuk misi penerbangan ke sini tidak ada unsur ancaman ataupun misi lain. Dan menurut pribadi saya sebagi Danlanud Manuhua Biak, pendaratan militer Rusia ke Biak ini merupakan kesempatan bagi kita warga Biak untuk mengenalkan kesenian tari "Yosipancar", adat dan budaya Papua, serta tidak kalah pentinya sebagai destinasi wisata alam dari Dinas Pariwisata Biak kepada mereka yang selama ini mencari daerah panas yang eksotik,” ujarnya.</p><p><br></p><p>Lebih lanjut dikatakan Widianto, personel TNI Angkatan Udarq Rusia ini akan berada di Biak selama lima hari dan akan dibawa tempat wisata Biak. “Mereka terbang dari Rusia dengan suhu –37°C dan landing di Biak dengan suhu 37°C, dengan perbedan suhu yang signifikan antara suhu Rusia sebagai Home base mereka dan suhu di Indonesia khususnya di Biak, sekaligus kesempatan bagi mereka untuk menguji kesiapan dan ketahanan pesawat mereka yang selama ini hanya terbang di daerah bersuhu dingin,” ungkapnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 24 Oktober 2018 - 08:58 WIB

Direktur CIA ke Turki terkait kasus Khashoggi

Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

<p>Sebanyak 110 Personel Angkatan Udara Rusia di Kabupaten Biak, Provinsi Papua melaksanakan misi latihan navigasi jarak jauh dari angkatan udara Rusia, dan Biak dipilih sebagai lokasi titik akhir navigasi yang sudah dikaji oleh staf ahli Mabes TNI dan Mabes Rusia. </p><p><br></p><p>“Ini merupakan program kerja staf Mabes TNI dan Mabes AU. Kegiatan ini tidak ada unsur lain kecuali hanya terbang navigasi yang didahului oleh pesawat angkut ilushyin-76 sebanyak dua pesawat yang telah mendarat dini hari di Biak dan disusul oleh dua pesawat bomber jenis tupoleve tu 95ms,” kata Komandan Lanud Manuhua Kolonel Pnb. Arif Widianto, M. Si. (Han), Selasa (5/12) seperti dilaporkan <i><strong>Kontributor elshinta, Aman Hasibuan.&nbsp;</strong></i></p><p><br></p><p>Menurut Danlanud Widianto, dua Pesawat bomber ini terbang langsung dari Vladivostok Rusia selama kurang lebih 12 jam divert menuju Biak, pesawat yang terbang ke sini tidak dilengkapi dengan amunisi dan kamera intai.</p><p><br></p><p>“Jadi murni haya terbang navigasi. Terbang navigasi itu sendiri adalah terbang dari poin ke poin dengan mengandalkan ketepatan kordinat yang tidak melenceng arahnya dengan melewati spesifik daratan dan lautan serta mencoba pertama kali untuk terbang melintas garis khatulistiwa. Untuk misi penerbangan ke sini tidak ada unsur ancaman ataupun misi lain. Dan menurut pribadi saya sebagi Danlanud Manuhua Biak, pendaratan militer Rusia ke Biak ini merupakan kesempatan bagi kita warga Biak untuk mengenalkan kesenian tari "Yosipancar", adat dan budaya Papua, serta tidak kalah pentinya sebagai destinasi wisata alam dari Dinas Pariwisata Biak kepada mereka yang selama ini mencari daerah panas yang eksotik,” ujarnya.</p><p><br></p><p>Lebih lanjut dikatakan Widianto, personel TNI Angkatan Udarq Rusia ini akan berada di Biak selama lima hari dan akan dibawa tempat wisata Biak. “Mereka terbang dari Rusia dengan suhu –37°C dan landing di Biak dengan suhu 37°C, dengan perbedan suhu yang signifikan antara suhu Rusia sebagai Home base mereka dan suhu di Indonesia khususnya di Biak, sekaligus kesempatan bagi mereka untuk menguji kesiapan dan ketahanan pesawat mereka yang selama ini hanya terbang di daerah bersuhu dingin,” ungkapnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com