Kamis, 14 Desember 2017

Acara pesohor anti-Islam di Australia berbuntut bentrokan

Selasa, 05 Desember 2017 23:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
melbourne
EPA
Sejumlah demonstran bentrok di Melbourne.

Kerusuhan pecah di Melbourne menyusul penyelenggaraan sebuah acara yang digelar tokoh ultra-konservatif anti Islam asal Inggris, Milo Yiannopoulos, pada Senin (4/12) malam.

Polisi antihuru-hara bergerak saat ketegangan antara dua kelompok yang berunjuk rasa memuncak. Sebanyak dua orang ditahan dalam insiden itu.

Lima petugas polisi mengalami luka ringan, satu orang terkena lemparan batu.

Yiannopoulos, adalah seorang penulis Inggris populer di kalangan kanan, yang pernah dikecam keras karena dalam sebuah video dia tampak memaklumi kaum pedofilia. Ia berada di Australia untuk serangkaian pidato.

Pengunjuk rasa dari kelompok Campaign Against Racism berhadapan dengan pengunjuk rasa lawannya, antara lain kelompok anti-Islam Reclaim Australia, terlibat dalam tawuran jalanan.

Sejumlah orang menggunakan batang-batang kayu dan logam serta melemparkan botol kaca.

Polisi menggunakan semprotan capsicum untuk menghentikan bentrokan. Mereka mengatakan, setidaknya 330 orang ikut ambil bagian dalam demonstrasi tersebut.

"Kedua belah pihak harus bercermin dengan baik," kata komisaris polisi Victoria Stephen Leane.

"Kelompok kanan jumlahnya lebih kecil dan ... mereka datang lebih awal dan melakukan agitasi," katanya.

melbourne
EPA
Kepolisian menyemprotkan cairan khusus untuk meredam bentrokan.

Dia mengatakan satu orang dari setiap kelompok ditangkap, dan mereka masih bisa melakukan penangkapan lebih lanjut.

Yiannopoulos sendiri, dalam wawancara dengan stasiun radio lokal 2GB, menyalahkan pemrotes sayap kiri yang ditudingnya "melakukan kekerasan untuk menghentikan mimbar rakyat".

"Pihak kiri benar-benar menunjukkan kepada kita siapa mereka. Mereka menyerang polisi, mereka menyerang orang lain, mereka menyerang wartawan - mereka menunjukkan bahwa mereka adalah bayi yang sangat rewel."

Hari Selasa (5/12) ini dia akan berbicara di sebuah acara khusus di Gedung Parlemen Canberra, memenuhi undangan dari seorang senator independen, David Leyonhjelm.

Pekan lalu, partai sayap kanan Greens menyerukan agar Yiannopoulos dilarang berbicara di Canberra dengan alasan perilaku Yiannopoulos yang "rasis, seksis dan menghinakan" - namun upaya mereka gagal.

Pria ini banyak dikaitkan dengan alt-right, sebuah kelompok nasionalistik garis keras yang terang-terangan menentang feminisme dan political correctness. Betapa pun, Yiannopoulos mengatakan bahwa dia tidak menganggap dirinya bagian dari kelompok alt-right itu.

Tetapi sebagian pengamat menunjukkan bahwa komentarnya pada subyek seperti Islam dan feminisme sejalan dengan alt-right, gerakan sayap kanan di AS itu.

Bulan Februari lalu, sebuah penerbit membatalkan kontrak penerbitan buku dengan Yiannopoulos setelah sebuah rekaman video menunjukkan bahwa hubungan gay antara orang dewasa dan anak laki-laki umur 13 tahun, 'ada gunanya'.

Namun dia menyangkal mendukung pedofilia.

Pada tahun 2016, Twitter membekukan akun Yiannopoulos karena cuitan-cuitannya dianggap "menghasut atau terlibat dalam pelecehan atau penghinaan terhadap orang lain," setelah aktris Leslie Jones mengalami serangkaian pelecehan dan penghinaan dari pengguna Twitter lain.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar