Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Pemkab: Banjir tak picu kenaikan harga pangan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2ByACbK
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2ByACbK
<p>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan peristiwa banjir yang menggenangi pasar-pasar tradisional di daerah itu, beberapa waktu lalu tidak memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.</p><p>"Meskipun pedagang pasar sempat tidak berjualan selama dua hari karena kebanjiran, namun kejadian kemarin tidak memicu harga-harga naik," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyantao Hadi di Bantul, Rabu (6/12).</p><p>Menurut dia, dilaporkan ada 13 pasar tradisional se-Bantul yang terendam banjir usai hujan deras disertai angin kencang karena cuaca ekstrim dampak badai Siklon Tropis Cempaka di wilayah Jawa pada 28 November.</p><p>Ia menjelaskan, jika ada kenaikan harga kebutuhan pokok selisihnya tidak terlalu signifikan, dan itu diakibatkan karena musim hujan yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, dan bukan karena bencana.</p><p>"Untuk kondisi hujan sudah terjadi sebelumnya, sehingga pedagang dan pengepul sudah tahu kondisi. Kalaupun naik harga pokok hanya Rp500 atau Rp1.000 tidak seberapa, karena mungkin karena distribusi saja," katanya.</p><p>Namun demikian, kata dia, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengepul-pengepul kebutuhan pokok agar distribusi ke pasar-pasar tradisional tidak ada masalah, sehingga tidak timbul gejolak baik stok maupun harga.</p><p>Sementara itu, kata dia, kejadian banjir yang menggenangi 13 pasar yang lalu itu membuat pedagang tidak bisa beraktifitas selama dua hari pada hari kejadian dan hari kedua, karena akses masuk pasar terendam banjir.</p><p>"Karena kebanjiran itu praktis banyak pedagang tidak bisa jualan, meskipun jualan pembelinya tidak ada. Itu cuma dua hari saja pas kejadian dan hari kedua, hari ketiga sudah mulai surut dan pedagang mulai jualan," katanya.</p><p>Meski begitu, kata dia, karena kejadian banjir itu juga tidak lantas pemda mengeluarkan kebijakan kaitannya dengan pemberian dispensasi bagi pedagang dalam kewajiban membayar angsuran dana bergulir bagi yang meminjam ke pemerintah.</p><p>"Belum sampai ke arah dispensasi dan memang tidak ada komplain, itu karena mereka memahami kalau tidak jualan itu bukan salah pemerintah, namun karena faktor cuaca," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:42 WIB

Kepala BKN resmikan kantor UPT Lampung

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 12:26 WIB

DPRD DKI Jakarta setujui usulan anggaran ERP

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:09 WIB

BNPB sambut baik penelitian terkait bencana

<p>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan peristiwa banjir yang menggenangi pasar-pasar tradisional di daerah itu, beberapa waktu lalu tidak memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.</p><p>"Meskipun pedagang pasar sempat tidak berjualan selama dua hari karena kebanjiran, namun kejadian kemarin tidak memicu harga-harga naik," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyantao Hadi di Bantul, Rabu (6/12).</p><p>Menurut dia, dilaporkan ada 13 pasar tradisional se-Bantul yang terendam banjir usai hujan deras disertai angin kencang karena cuaca ekstrim dampak badai Siklon Tropis Cempaka di wilayah Jawa pada 28 November.</p><p>Ia menjelaskan, jika ada kenaikan harga kebutuhan pokok selisihnya tidak terlalu signifikan, dan itu diakibatkan karena musim hujan yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, dan bukan karena bencana.</p><p>"Untuk kondisi hujan sudah terjadi sebelumnya, sehingga pedagang dan pengepul sudah tahu kondisi. Kalaupun naik harga pokok hanya Rp500 atau Rp1.000 tidak seberapa, karena mungkin karena distribusi saja," katanya.</p><p>Namun demikian, kata dia, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengepul-pengepul kebutuhan pokok agar distribusi ke pasar-pasar tradisional tidak ada masalah, sehingga tidak timbul gejolak baik stok maupun harga.</p><p>Sementara itu, kata dia, kejadian banjir yang menggenangi 13 pasar yang lalu itu membuat pedagang tidak bisa beraktifitas selama dua hari pada hari kejadian dan hari kedua, karena akses masuk pasar terendam banjir.</p><p>"Karena kebanjiran itu praktis banyak pedagang tidak bisa jualan, meskipun jualan pembelinya tidak ada. Itu cuma dua hari saja pas kejadian dan hari kedua, hari ketiga sudah mulai surut dan pedagang mulai jualan," katanya.</p><p>Meski begitu, kata dia, karena kejadian banjir itu juga tidak lantas pemda mengeluarkan kebijakan kaitannya dengan pemberian dispensasi bagi pedagang dalam kewajiban membayar angsuran dana bergulir bagi yang meminjam ke pemerintah.</p><p>"Belum sampai ke arah dispensasi dan memang tidak ada komplain, itu karena mereka memahami kalau tidak jualan itu bukan salah pemerintah, namun karena faktor cuaca," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com