Minggu, 16 Desember 2018 | 07:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kasus ujaran kebencian Viktor Laiskodat, 23 saksi sudah diperiksa

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Bareskrim Polri. Sumber foto: http://bit.ly/2iVphz8
Bareskrim Polri. Sumber foto: http://bit.ly/2iVphz8
<p>Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri masih terus melakukan penyelidikan terhadap Ketua Fraksi Partai Nasdem, Viktor Laiskodat, dengan kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA.</p><p>Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol Panca Putra mengatakan, sejauh ini 23 saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus Viktor Laiskodat. Selain itu, juga ada satu ahli pidana yang turut dimintakan pendapatnya.</p><p>“Kami akan lihat proses itu untuk memperdalam penyelidikan, kami akan lihat semuanya dan tetap penyelidikan akan berjalan sesuai dengan tugas Bareskrim,” kata Panca di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/12), seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>NTMC Polri</i>. </p><p>Memang hingga saat ini Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum menyimpulkan apakah Viktor Laiskodat melanggar kode etik pada saat berpidato di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berujung pada laporan polisi. Sebab, Viktor memiliki hak imunitas sebagai anggota dewan.</p><p>Ketika disinggung terkait hal itu, Panca tidak mau terburu-buru menyimpulkan. Ia menegaskan, penyidik akan mendalaminya terlebih dahulu dengan pendapat saksi ahli dan bukti-bukti yang ada guna mencari tahu apakah unsur pidananya terpenuhi.</p><p>“Kami akan cek ke ahlinya, kami juga mengumpulkan barang bukti semuanya,” kata dia. </p><p>Menurut Panca, hingga kini pihaknya dan MKD masih terus berkoordinasi menindaklanjuti kasus tersebut.</p><p>“Apa yang menjadi tugas MKD terkait kejadian ini, saya kira MKD bisa berjalan dan Polri bisa berjalan,” tandas dia.</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

<p>Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri masih terus melakukan penyelidikan terhadap Ketua Fraksi Partai Nasdem, Viktor Laiskodat, dengan kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA.</p><p>Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol Panca Putra mengatakan, sejauh ini 23 saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus Viktor Laiskodat. Selain itu, juga ada satu ahli pidana yang turut dimintakan pendapatnya.</p><p>“Kami akan lihat proses itu untuk memperdalam penyelidikan, kami akan lihat semuanya dan tetap penyelidikan akan berjalan sesuai dengan tugas Bareskrim,” kata Panca di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/12), seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>NTMC Polri</i>. </p><p>Memang hingga saat ini Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum menyimpulkan apakah Viktor Laiskodat melanggar kode etik pada saat berpidato di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berujung pada laporan polisi. Sebab, Viktor memiliki hak imunitas sebagai anggota dewan.</p><p>Ketika disinggung terkait hal itu, Panca tidak mau terburu-buru menyimpulkan. Ia menegaskan, penyidik akan mendalaminya terlebih dahulu dengan pendapat saksi ahli dan bukti-bukti yang ada guna mencari tahu apakah unsur pidananya terpenuhi.</p><p>“Kami akan cek ke ahlinya, kami juga mengumpulkan barang bukti semuanya,” kata dia. </p><p>Menurut Panca, hingga kini pihaknya dan MKD masih terus berkoordinasi menindaklanjuti kasus tersebut.</p><p>“Apa yang menjadi tugas MKD terkait kejadian ini, saya kira MKD bisa berjalan dan Polri bisa berjalan,” tandas dia.</p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com