Kamis, 14 Desember 2017

Kasus ujaran kebencian Viktor Laiskodat, 23 saksi sudah diperiksa

Rabu, 06 Desember 2017 10:04

Bareskrim Polri. Sumber foto: http://bit.ly/2iVphz8 Bareskrim Polri. Sumber foto: http://bit.ly/2iVphz8
Ayo berbagi!

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri masih terus melakukan penyelidikan terhadap Ketua Fraksi Partai Nasdem, Viktor Laiskodat, dengan kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol Panca Putra mengatakan, sejauh ini 23 saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus Viktor Laiskodat. Selain itu, juga ada satu ahli pidana yang turut dimintakan pendapatnya.

“Kami akan lihat proses itu untuk memperdalam penyelidikan, kami akan lihat semuanya dan tetap penyelidikan akan berjalan sesuai dengan tugas Bareskrim,” kata Panca di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/12), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Memang hingga saat ini Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum menyimpulkan apakah Viktor Laiskodat melanggar kode etik pada saat berpidato di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berujung pada laporan polisi. Sebab, Viktor memiliki hak imunitas sebagai anggota dewan.

Ketika disinggung terkait hal itu, Panca tidak mau terburu-buru menyimpulkan. Ia menegaskan, penyidik akan mendalaminya terlebih dahulu dengan pendapat saksi ahli dan bukti-bukti yang ada guna mencari tahu apakah unsur pidananya terpenuhi.

“Kami akan cek ke ahlinya, kami juga mengumpulkan barang bukti semuanya,” kata dia.

Menurut Panca, hingga kini pihaknya dan MKD masih terus berkoordinasi menindaklanjuti kasus tersebut.

“Apa yang menjadi tugas MKD terkait kejadian ini, saya kira MKD bisa berjalan dan Polri bisa berjalan,” tandas dia.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar