Jumat, 14 Desember 2018 | 04:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pria Sydney Diduga Paksa Istrinya Tinggalkan Australia Ke India

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Polisi menduga pria ini memaksa istri dan anaknya bepergian ke India di luar kemauan mereka.
(Courtesy: AustraliaPlus) Polisi menduga pria ini memaksa istri dan anaknya bepergian ke India di luar kemauan mereka.
<p>Kepolisian Federal Australia (AFP) telah menjerat seorang pria asal Sydney dengan tuduhan perdagangan manusia, menuduhnya menggunakan paksaan, ancaman dan penipuan untuk memaksa istri dan anaknya untuk bepergian dari Sydney ke India.</p><p>Detektif Inspektur Dan Evans dari AFP mengatakan bahwa pria berusia 27 tahun tersebut membuat sang istri dan anak perempuannya meninggalkan Australia di luar keinginan mereka pada bulan Maret tahun ini.</p><p>"Kami akan menuduh pria ini terlibat dalam perdagangan perempuan dan bayi berusia dua bulan dari Australia ke India," sebutnya.</p><p>"Yang membuat kasus ini menonjol adalah perempuan itu adalah istrinya yang kelahiran India dan bayi berusia dua bulan itu adalah anaknya."</p><p>AFP menduga, begitu sang istri berada di luar negeri, pria tersebut lalu menghubungi Departemen Imigrasi Australia agar permohonan visa istrinya dibatalkan sehingga ia tak bisa kembali ke Australia.</p><p>"Kami juga menduga bahwa paspor bayi berusia dua bulan itu telah dicabut untuk mencegahnya kembali ke Australia," kata Inspektur Evans.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ini adalah kasus yang mengganggu di mana kami melihat seorang korban dan anaknya diangkut dari Australia ke yurisdiksi asing tanpa dokumen apapun untuk pulang ke rumah (Australia).&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>AFP mengatakan permintaan untuk membatalkan visa itu tidak berhasil dan perempuan tersebut bisa kembali ke Australia.</p><p>Menurut keterangan AFP, perempuan itu menghubungi organisasi Anti-Perbudakan Australia -yang berbasis di Universitas Teknologi Sydney, yang memberinya bantuan hukum.</p><h3><strong>Skala perdagangan manusia susah diperkirakan</strong></h3><p>Tim Perdagangan Manusia AFP mulai menyelidiki kasus tersebut pada bulan Mei dan menangkap suami dari perempuan tersebut -yang merupakan warga negara Australia -bulan lalu.</p><p>Ia didakwa melakukan tiga pelanggaran termasuk salah satunya perdagangan manusia. Nama pria itu tak bisa disebutkan karena alasan hukum.</p><p>Ia menghadapi Pengadilan Negeri Downing Centre di Sydney di mana panitera mengatakan kepadanya bahwa pelanggaran tersebut serius dan mendesaknya untuk mendapatkan nasehat hukum.</p><p>Pria itu mengatakan kepada pengadilan: "Istri saya meminta saya memesankan tiket untuk pergi ke luar negeri. Sekarang ia mengatakan bahwa saya memaksanya untuk pergi."</p><p>Ia tak mengajukan permohonan pembelaan dan jaminannya diteruskan. Kasus tersebut akan kembali disidangkan akhir bulan ini.</p><p>AFP mengatakan bahwa skala perdagangan manusia di Australia sulit diperkirakan karena jarang dilaporkan.</p><p>Penyidik menerima 150 rujukan sehubungan dengan perdagangan manusia untuk berbagai kasus termasuk kerja paksa, pernikahan paksa dan perbudakan seksual sepanjang tahun keuangan yang lalu.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-12-05/human-trafficking-sydney-husband-charged-over-wife-baby-to-india/9226616" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Kepolisian Federal Australia (AFP) telah menjerat seorang pria asal Sydney dengan tuduhan perdagangan manusia, menuduhnya menggunakan paksaan, ancaman dan penipuan untuk memaksa istri dan anaknya untuk bepergian dari Sydney ke India.</p><p>Detektif Inspektur Dan Evans dari AFP mengatakan bahwa pria berusia 27 tahun tersebut membuat sang istri dan anak perempuannya meninggalkan Australia di luar keinginan mereka pada bulan Maret tahun ini.</p><p>"Kami akan menuduh pria ini terlibat dalam perdagangan perempuan dan bayi berusia dua bulan dari Australia ke India," sebutnya.</p><p>"Yang membuat kasus ini menonjol adalah perempuan itu adalah istrinya yang kelahiran India dan bayi berusia dua bulan itu adalah anaknya."</p><p>AFP menduga, begitu sang istri berada di luar negeri, pria tersebut lalu menghubungi Departemen Imigrasi Australia agar permohonan visa istrinya dibatalkan sehingga ia tak bisa kembali ke Australia.</p><p>"Kami juga menduga bahwa paspor bayi berusia dua bulan itu telah dicabut untuk mencegahnya kembali ke Australia," kata Inspektur Evans.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ini adalah kasus yang mengganggu di mana kami melihat seorang korban dan anaknya diangkut dari Australia ke yurisdiksi asing tanpa dokumen apapun untuk pulang ke rumah (Australia).&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>AFP mengatakan permintaan untuk membatalkan visa itu tidak berhasil dan perempuan tersebut bisa kembali ke Australia.</p><p>Menurut keterangan AFP, perempuan itu menghubungi organisasi Anti-Perbudakan Australia -yang berbasis di Universitas Teknologi Sydney, yang memberinya bantuan hukum.</p><h3><strong>Skala perdagangan manusia susah diperkirakan</strong></h3><p>Tim Perdagangan Manusia AFP mulai menyelidiki kasus tersebut pada bulan Mei dan menangkap suami dari perempuan tersebut -yang merupakan warga negara Australia -bulan lalu.</p><p>Ia didakwa melakukan tiga pelanggaran termasuk salah satunya perdagangan manusia. Nama pria itu tak bisa disebutkan karena alasan hukum.</p><p>Ia menghadapi Pengadilan Negeri Downing Centre di Sydney di mana panitera mengatakan kepadanya bahwa pelanggaran tersebut serius dan mendesaknya untuk mendapatkan nasehat hukum.</p><p>Pria itu mengatakan kepada pengadilan: "Istri saya meminta saya memesankan tiket untuk pergi ke luar negeri. Sekarang ia mengatakan bahwa saya memaksanya untuk pergi."</p><p>Ia tak mengajukan permohonan pembelaan dan jaminannya diteruskan. Kasus tersebut akan kembali disidangkan akhir bulan ini.</p><p>AFP mengatakan bahwa skala perdagangan manusia di Australia sulit diperkirakan karena jarang dilaporkan.</p><p>Penyidik menerima 150 rujukan sehubungan dengan perdagangan manusia untuk berbagai kasus termasuk kerja paksa, pernikahan paksa dan perbudakan seksual sepanjang tahun keuangan yang lalu.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-12-05/human-trafficking-sydney-husband-charged-over-wife-baby-to-india/9226616" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com