Rabu, 19 September 2018 | 05:26 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Pengacara Setnov datangi KPK untuk pelimpahan berkas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2iWXzSs
Sumber foto: http://bit.ly/2iWXzSs
<p>Sejumlah pengacara Setya Novanto mendatangi KPK untuk melakukan pelimpahan berkas yang sudah dinyatakan lengkap dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.</p><p>"Intinya penyerahan saja. Penyerahan barang bukti dan tersangka," kata pengacara Setya Novanto, Otto Hasibuan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Otto datang bersama dengan Firman Wijaya dan tidak lama berselang Fredrich Yunadi ke KPK. Sebelumnya sudah ada Maqdir Ismail yang tiba terlebih dahulu.</p><p>Pada Selasa (5/12), KPK menyatakan berkas penyidikan kasus KTP-el dengan tersangka Setya Novanto sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21.</p><p>Selanjutnya jaksa KPK punya waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Setya Novanto. Namun menurut Otto, pada pelimpahan tahap II kemarin, hanya ada Maqdir Ismail yang mendampingi.</p><p>"Saya kan dari tadi malam datang dari Singapura. Nah, Fredrich tidak bisa juga (datang) karena mungkin pemberitahuannya mendadak. Jadi Pak Maqdir kemarin bisa ditelepon dan dijanjikan hari ini diserahterimakan," tambah Otto Menurut Otto, meski hanya ada Maqdir hal itu tidak masalah termasuk dengan kelanjutan gugatan praperadilan Setya Novanto yang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (7/12). Praperadilan otomatis gugur jika perkara sudah memasuki materi persidangan.</p><p>"Ini kan baru dilimpahkan ke penuntutan, belum dilimpahkan ke pengadilan. Tergantung nanti kapan pelimpahkan ke pengadilannya, ya kita lihat saja lah," ungkap Otto.</p><p>Otto pun mengaku siap bila Setya Novanto langsung didakwa di pengadilan, meski tanpa memasukkan keterangan sejumlah saksi meringankan yang diajukan oleh Setya Novanto.</p><p>"Saya kira ini kan KPK berhak kalau mau melimpahkan. Memang nanti ada persoalan-persoalan hukum yang akan timbul, tapi itu kan nanti di pengadilan. Jadi kalau sekarang kita mau menggagalkan, bagaimana cara menggagalkan itu? Itu kan hak KPK. Kalau sudah dilimpahkan ke pengadilan dan sudah dibacakan dakwaan, menurut pengalaman itu dianggap gugur. Tapi tergantung putusan hakimnya," jelas Otto. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 September 2018 - 21:50 WIB

Farhat Abbas dilaporkan ke Bareskrim dugaan ujaran kebencian

Lingkungan | 18 September 2018 - 21:38 WIB

Pertamina kembangkan transplantasi terumbu karang buatan

Pembangunan | 18 September 2018 - 21:27 WIB

Bursa Inovasi Desa jadi alternatif pembangunan

Sosbud | 18 September 2018 - 21:16 WIB

Pangdam I/BB serahkan piagam ke peserta lomba HUT TNI

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:58 WIB

Tanggapi keluhan warga, Ridwan Kamil luncurkan JabarQR

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:45 WIB

Pansus LPj 2017 endus maraknya papan reklame bodong di Medan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com