Minggu, 24 Juni 2018 | 15:52 WIB

Daftar | Login

/

Pengacara Setnov datangi KPK untuk pelimpahan berkas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2iWXzSs
Sumber foto: http://bit.ly/2iWXzSs
<p>Sejumlah pengacara Setya Novanto mendatangi KPK untuk melakukan pelimpahan berkas yang sudah dinyatakan lengkap dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.</p><p>"Intinya penyerahan saja. Penyerahan barang bukti dan tersangka," kata pengacara Setya Novanto, Otto Hasibuan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Otto datang bersama dengan Firman Wijaya dan tidak lama berselang Fredrich Yunadi ke KPK. Sebelumnya sudah ada Maqdir Ismail yang tiba terlebih dahulu.</p><p>Pada Selasa (5/12), KPK menyatakan berkas penyidikan kasus KTP-el dengan tersangka Setya Novanto sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21.</p><p>Selanjutnya jaksa KPK punya waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Setya Novanto. Namun menurut Otto, pada pelimpahan tahap II kemarin, hanya ada Maqdir Ismail yang mendampingi.</p><p>"Saya kan dari tadi malam datang dari Singapura. Nah, Fredrich tidak bisa juga (datang) karena mungkin pemberitahuannya mendadak. Jadi Pak Maqdir kemarin bisa ditelepon dan dijanjikan hari ini diserahterimakan," tambah Otto Menurut Otto, meski hanya ada Maqdir hal itu tidak masalah termasuk dengan kelanjutan gugatan praperadilan Setya Novanto yang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (7/12). Praperadilan otomatis gugur jika perkara sudah memasuki materi persidangan.</p><p>"Ini kan baru dilimpahkan ke penuntutan, belum dilimpahkan ke pengadilan. Tergantung nanti kapan pelimpahkan ke pengadilannya, ya kita lihat saja lah," ungkap Otto.</p><p>Otto pun mengaku siap bila Setya Novanto langsung didakwa di pengadilan, meski tanpa memasukkan keterangan sejumlah saksi meringankan yang diajukan oleh Setya Novanto.</p><p>"Saya kira ini kan KPK berhak kalau mau melimpahkan. Memang nanti ada persoalan-persoalan hukum yang akan timbul, tapi itu kan nanti di pengadilan. Jadi kalau sekarang kita mau menggagalkan, bagaimana cara menggagalkan itu? Itu kan hak KPK. Kalau sudah dilimpahkan ke pengadilan dan sudah dibacakan dakwaan, menurut pengalaman itu dianggap gugur. Tapi tergantung putusan hakimnya," jelas Otto. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 15:46 WIB

JK minta selesaikan persoalan Pasar Sentral Makassar

Aktual Sepakbola | 24 Juni 2018 - 15:34 WIB

Jose Enrique sukses jalani operasi tumor otak langka

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 15:11 WIB

Pemprov Jabar bantah geledah rumah dinas Wagub Jabar

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 14:35 WIB

Mensos temui keluarga korban KM Sinar Bangun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com