Jumat, 15 Desember 2017

Pengamat:

Tahun politik 2018, tugas panglima TNI baru akan semakin berat

Rabu, 06 Desember 2017 12:47

Foto: Efendi Murdiono. Foto: Efendi Murdiono.
Ayo berbagi!

Pengamat politik Rahman Sabun Nama menilai, pergantian pucuk pimpinan TNI dari Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal Hadi Tjahjanto sudah dipersiapkan Presiden Jokowi sejak lama, yakni sejak dirotasi dari sekmilpres menjadi Irjen Kemenhan dan Kasau. 

Menurut Rahman, tugas yang diemban panglima TNI baru akan lebih difokuskan pada menjaga kekokohan NKRI. "Ini tugas berat harus profesional untuk menjaga keutuhan NKRI jangan terpancing dengan langgam BIN dan Polri," kata Rahman seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Efendi Murdiono, Rabu (6/12).

Dijelasjan Rahman tahun 2018 diperkirakan tahun sulit dan bisa terjadi krisis ekonomi dan kepercayaan di tengah membanjirnya tenaga kerja asing China di Sumatera dan Indonesia Timur serta terkait isu 5.000 pucuk senjata ilegal. "Tantangan tugas semakin berat dan akan teruji kemimpinan panglima TNI yang baru," ujarnya.

Selain itu, lanjut Rahman,  situasi polhukam di tanah Papua akan menjadi taruhan. Dan ia menduga, isu agama dan sara dikemas untuk mengganggu stabilitas dalam KKB dan OPM. "Papua akan dipertaruhkan terkait perebutan pengaruh elit tertentu yang digadang untuk posisi Cawapres 2019," tegasnya.

Sebagai panglima tentara rakyat, panglima TNI yang baru nanti harus tetap profesional dan selalu mengedepankan moral dan agama untuk menjaga keutuhan NKRI. Tahun politik 2018-2019 jangan terulang terpancing oleh isu adu domba ulama dan Islam, intoleran, Pancasila dan kebhinnekaan serta isu agama dan Sara. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar