Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Pemkot Madiun pangkas pohon antisipasi cuaca buruk

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2kr8u75
Sumber foto: http://bit.ly/2kr8u75
<p>Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memangkas dahan serta ranting sejumlah pohon rawan tumbang untuk mengantisipasi cuaca buruk pada musim hujan tahun ini.</p><p>Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto di Madiun, Rabu (6/12), mengatakan pemangkasan dahan dan ranting tersebut merupakan bagian dari perawatan ribuan tanaman dan pohon.</p><p>"Pohon di tepi jalan harus memiliki fungsi lindung dan ekologi. Tetapi tidak boleh menganggu pemakai jalan, terutama saat musim hujan yang rawan tumbang. Terlebih, cuaca saat ini sedang tidak menentu," ujar Soeko kepada wartawan.</p><p>Menurut dia, jarak tiga meter dari tanah harus bersih dari ranting dan daun. Jarak tiga meter tersebut, merupakan instruksi langsung dari wali kota.</p><p>Harapannya, agar tidak menganggu masyarakat, mulai pejalan kaki hingga pengendara. Namun, bukan berarti dipangkas habis. Fungsi keindahan dan peneduh tetap harus dijaga.</p><p>Soeko menyebutkan ada sekitar 7.000 pohon di Kota Madiun yang ditangani dan dirawat oleh dinasnya. Mulai pohon besar hingga yang tanaman bunga yang ada di ruang teruka hijau (RTH) kota setempat.</p><p>Perawatan bukan hanya soal pemangkasan ranting dan dahan. Kondisi pohon juga diperiksa. Sebab, kondisi pohon seringkali menipu. Seperti, pohon terlihat masih kokoh dari tampakan luarnya, namun, sebenarnya dalamnya telah keropos.</p><p>Hal itu yang perlu diwaspadai, karena rawan tumbang sewaktu-waktu, terlebih di saat cuaca tak menentu seperti ini.</p><p>Karenanya, pemeriksaan secara fisik perlu dilakukan oleh petugas di lapangan. Mulai bagian kulit, lebatnya daun, bagian akar yang terlihat, getah, hingga posisi pohon tegak atau miring.</p><p>Soeko menambahkan, perawatan dan pemangkasan pohon tersebut melibatkan sekitar 80 petugas. Mereka terbagi di beberapa titik saat bertugas. Peralatan yang digunakan juga sudah cukup lengkap.</p><p>"Mulai dari gergaji mesin, arit, "dump" truk, hingga kendaraan "crane" tangga dengan jangkauan ketinggian hingga 10 meter," kata dia.</p><p>Pihaknya berharap, dengan upaya-upaya tersebut kejadian bencana pohon tumbang akibat angin puting beliung dapat diantisipasi.</p><p>Ia juga meminta warga Kota Madiun berhati-hati saat berkendara ketika sedang hujan atau berangin. Hendaknya saat akan berteduh memilih lokasi yang aman sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 24 Oktober 2018 - 08:58 WIB

Direktur CIA ke Turki terkait kasus Khashoggi

Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

<p>Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memangkas dahan serta ranting sejumlah pohon rawan tumbang untuk mengantisipasi cuaca buruk pada musim hujan tahun ini.</p><p>Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto di Madiun, Rabu (6/12), mengatakan pemangkasan dahan dan ranting tersebut merupakan bagian dari perawatan ribuan tanaman dan pohon.</p><p>"Pohon di tepi jalan harus memiliki fungsi lindung dan ekologi. Tetapi tidak boleh menganggu pemakai jalan, terutama saat musim hujan yang rawan tumbang. Terlebih, cuaca saat ini sedang tidak menentu," ujar Soeko kepada wartawan.</p><p>Menurut dia, jarak tiga meter dari tanah harus bersih dari ranting dan daun. Jarak tiga meter tersebut, merupakan instruksi langsung dari wali kota.</p><p>Harapannya, agar tidak menganggu masyarakat, mulai pejalan kaki hingga pengendara. Namun, bukan berarti dipangkas habis. Fungsi keindahan dan peneduh tetap harus dijaga.</p><p>Soeko menyebutkan ada sekitar 7.000 pohon di Kota Madiun yang ditangani dan dirawat oleh dinasnya. Mulai pohon besar hingga yang tanaman bunga yang ada di ruang teruka hijau (RTH) kota setempat.</p><p>Perawatan bukan hanya soal pemangkasan ranting dan dahan. Kondisi pohon juga diperiksa. Sebab, kondisi pohon seringkali menipu. Seperti, pohon terlihat masih kokoh dari tampakan luarnya, namun, sebenarnya dalamnya telah keropos.</p><p>Hal itu yang perlu diwaspadai, karena rawan tumbang sewaktu-waktu, terlebih di saat cuaca tak menentu seperti ini.</p><p>Karenanya, pemeriksaan secara fisik perlu dilakukan oleh petugas di lapangan. Mulai bagian kulit, lebatnya daun, bagian akar yang terlihat, getah, hingga posisi pohon tegak atau miring.</p><p>Soeko menambahkan, perawatan dan pemangkasan pohon tersebut melibatkan sekitar 80 petugas. Mereka terbagi di beberapa titik saat bertugas. Peralatan yang digunakan juga sudah cukup lengkap.</p><p>"Mulai dari gergaji mesin, arit, "dump" truk, hingga kendaraan "crane" tangga dengan jangkauan ketinggian hingga 10 meter," kata dia.</p><p>Pihaknya berharap, dengan upaya-upaya tersebut kejadian bencana pohon tumbang akibat angin puting beliung dapat diantisipasi.</p><p>Ia juga meminta warga Kota Madiun berhati-hati saat berkendara ketika sedang hujan atau berangin. Hendaknya saat akan berteduh memilih lokasi yang aman sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com