Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

TNI punya tugas cegah gerakan separatis

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI mempunyai tugas&nbsp; untuk mencegah gerakan-gerakan separatis di Indonesia.&nbsp;</p><p>"Sesuai doktrin TNI saat ini maka tugas TNI yang masih sangat relevan adalah TNI sebagai kekuatan penyerang, TNI sebagai kekuatan pertahanan, TNI sebagai kekuatan pendukung, dan TNI sebagai instrumen kekuatan negara yang dapat digunakan untuk kepentingan apapun yang menjadi keputusan politik negara," katanya di gedung DPR, Senayan,&nbsp;Jakarta Pusat,&nbsp;Rabu (6/12).<br></p><p>Menurutnya,&nbsp;ancaman gerakan separatis di Indonesia akan selalu ada karena karakteristik dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.&nbsp;<br><br>"Dengan konstruksi Indonesia sebagai negara kepulauan dan masyarakat yang majemuk, potensi separatisme serta konflik komunal berbasis suku, agama, ras termasuk antar-golongan akan selalu ada," ucapnya.</p><p>Dikatakannya, jika &nbsp;itu tidak dikelola dengan baik akan berpotensi membuat konflik komunal meningkat menjadi konflik vertikal. Bentuknya adalah pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah. (Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:42 WIB

Kepala BKN resmikan kantor UPT Lampung

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 12:26 WIB

DPRD DKI Jakarta setujui usulan anggaran ERP

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:09 WIB

BNPB sambut baik penelitian terkait bencana

<p>Calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI mempunyai tugas&nbsp; untuk mencegah gerakan-gerakan separatis di Indonesia.&nbsp;</p><p>"Sesuai doktrin TNI saat ini maka tugas TNI yang masih sangat relevan adalah TNI sebagai kekuatan penyerang, TNI sebagai kekuatan pertahanan, TNI sebagai kekuatan pendukung, dan TNI sebagai instrumen kekuatan negara yang dapat digunakan untuk kepentingan apapun yang menjadi keputusan politik negara," katanya di gedung DPR, Senayan,&nbsp;Jakarta Pusat,&nbsp;Rabu (6/12).<br></p><p>Menurutnya,&nbsp;ancaman gerakan separatis di Indonesia akan selalu ada karena karakteristik dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.&nbsp;<br><br>"Dengan konstruksi Indonesia sebagai negara kepulauan dan masyarakat yang majemuk, potensi separatisme serta konflik komunal berbasis suku, agama, ras termasuk antar-golongan akan selalu ada," ucapnya.</p><p>Dikatakannya, jika &nbsp;itu tidak dikelola dengan baik akan berpotensi membuat konflik komunal meningkat menjadi konflik vertikal. Bentuknya adalah pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah. (Dody/SiK)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com