Minggu, 16 Desember 2018 | 07:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Wapres JK: Pemindahan Kedubes AS perkeruh situasi Timteng

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla (JK). Sumber foto: http://bit.ly/2zQZnzz
Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla (JK). Sumber foto: http://bit.ly/2zQZnzz
<p>Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla (JK) menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem akan memperkeruh situasi politik di wilayah Timur Tengah.&nbsp;</p><p>"Risikonya. politik di Timur Tengah akan ruwet, karena sumber dari pada banyak keruwetan itu ya konflik Palestina dan Israel," ujar Wapres di Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Wapres Kalla menegaskan bahwa posisi Indonesia sudah jelas tidak sependapat dengan AS, dan tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.&nbsp;</p><p>Selain memperkeruh situasi di Timur Tengah, menurut Wapres JK, juga akan sulit bagi usaha AS untuk menjadi penengah dalam konflik Palestina-Israel.&nbsp;</p><p>Sebelumnya, Trump pada Selasa (5/12) mengatakan kepada para pemimpin negara-negara Arab terkait rencananya memindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem.</p><p>Beberapa pejabat tinggi AS sebelumnya mengatakan bahwa Trump kemungkinan pada Rabu akan menyatakan pengakuan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota negara Israel, namun akan menunda pemindahan kedutaan dari Tel Aviv selama enam bulan.</p><p>Menurut sejumlah pejabat AS, Trump diperkirakan akan menandatangani keputusan yang menetapkan bahwa AS masih mempertahankan kedutaan di Tel Aviv selama enam bulan lagi, namun akan berusaha untuk mempercepat pemindahan.</p><p>"Pemerintahan Trump akan memerlukan waktu untuk menangani masalah logistik seperti belum adanya gedung kedutaan serta perumahan yang aman bagi para anggota staf di Yerusalem," menurut seorang pejabat AS.</p><p>Israel merebut Yerusalem Timur Arab dalam perang Timur Tengah pada 1967, kemudian mencaploknya. Langkah Israel itu tidak diakui keabsahannya oleh masyarakat internasional.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

<p>Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla (JK) menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem akan memperkeruh situasi politik di wilayah Timur Tengah.&nbsp;</p><p>"Risikonya. politik di Timur Tengah akan ruwet, karena sumber dari pada banyak keruwetan itu ya konflik Palestina dan Israel," ujar Wapres di Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Wapres Kalla menegaskan bahwa posisi Indonesia sudah jelas tidak sependapat dengan AS, dan tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.&nbsp;</p><p>Selain memperkeruh situasi di Timur Tengah, menurut Wapres JK, juga akan sulit bagi usaha AS untuk menjadi penengah dalam konflik Palestina-Israel.&nbsp;</p><p>Sebelumnya, Trump pada Selasa (5/12) mengatakan kepada para pemimpin negara-negara Arab terkait rencananya memindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem.</p><p>Beberapa pejabat tinggi AS sebelumnya mengatakan bahwa Trump kemungkinan pada Rabu akan menyatakan pengakuan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota negara Israel, namun akan menunda pemindahan kedutaan dari Tel Aviv selama enam bulan.</p><p>Menurut sejumlah pejabat AS, Trump diperkirakan akan menandatangani keputusan yang menetapkan bahwa AS masih mempertahankan kedutaan di Tel Aviv selama enam bulan lagi, namun akan berusaha untuk mempercepat pemindahan.</p><p>"Pemerintahan Trump akan memerlukan waktu untuk menangani masalah logistik seperti belum adanya gedung kedutaan serta perumahan yang aman bagi para anggota staf di Yerusalem," menurut seorang pejabat AS.</p><p>Israel merebut Yerusalem Timur Arab dalam perang Timur Tengah pada 1967, kemudian mencaploknya. Langkah Israel itu tidak diakui keabsahannya oleh masyarakat internasional.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com