Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Jabar-DKI-Banten serempak imunisasi difteri pada 11 Desember

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2AS0KBR
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2AS0KBR
<p>Pemerintah berencana melaksanakan imunisasi tetanus difteri (TD) secara serempak di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten pada 11 Desember untuk mengatasi kejadian luar biasa penyakit difteri yang terjadi di 95 kabupaten-kota sepanjang 2017.<br><br>"Kita akan lakukan dalam waktu dekat, yaitu Senin 11 Desember 2017 serentak di 12 kabupaten-kota, cakupannya seluruh kabupaten-kota dari tiga provinsi," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (6/12).<br><br>Imunisasi untuk mengatasi kejadian luar biasa (Outbreak Response Immunization/ORI) akan dilaksanakan di Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Tangerang, Serang, Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan.</p><p>Dalam imunisasi itu, vaksin TD yang diberikan kepada anak usia satu tahun dengan perluasan pada anak-anak berusia di bawah 19 tahun. "Artinya sampai usia SMA kita lakukan outbreak response immunization," kata Subuh.</p><p>ORI akan dilakukan sebanyak tiga kali dengan skema 016, di mana imunisasi yang dilakukan pada 11 Desember akan disusul dengan vaksinasi satu bulan setelahnya (11 Januari 2018), dan vaksinasi sekali lagi enam bulan setelahnya dalam waktu delapan bulan.</p><p>Subuh menjelaskan ORI dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten karena kejadian luar biasa difteri terberat terjadi di ketiga wilayah tersebut setelah Provinsi Jawa Timur, yang sudah berinisiatif melaksanakan imunisasi tanpa menunggu instruksi dari pemerintah pusat.</p><p>Pemerintah pusat menyiapkan seluruh vaksin untuk imunisasi TD di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Biaya operasional untuk kegiatan itu ditanggung oleh pemerintah daerah.</p><p>Menurut data Kementerian Kesehatan, 593 kasus difteri ditemukan di 95 kabupaten-kota dalam 20 provinsi sejak Januari hingga November 2017. Dari seluruh kasus tersebut, ada 32 kasus yang berujung kematian, yang menjadikan tingkat kematian mencapai 54 persen.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

Ekonomi | 24 Oktober 2018 - 07:58 WIB

Pengamat: Polemik data beras baiknya diselesaikan akarnya

<p>Pemerintah berencana melaksanakan imunisasi tetanus difteri (TD) secara serempak di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten pada 11 Desember untuk mengatasi kejadian luar biasa penyakit difteri yang terjadi di 95 kabupaten-kota sepanjang 2017.<br><br>"Kita akan lakukan dalam waktu dekat, yaitu Senin 11 Desember 2017 serentak di 12 kabupaten-kota, cakupannya seluruh kabupaten-kota dari tiga provinsi," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (6/12).<br><br>Imunisasi untuk mengatasi kejadian luar biasa (Outbreak Response Immunization/ORI) akan dilaksanakan di Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Tangerang, Serang, Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan.</p><p>Dalam imunisasi itu, vaksin TD yang diberikan kepada anak usia satu tahun dengan perluasan pada anak-anak berusia di bawah 19 tahun. "Artinya sampai usia SMA kita lakukan outbreak response immunization," kata Subuh.</p><p>ORI akan dilakukan sebanyak tiga kali dengan skema 016, di mana imunisasi yang dilakukan pada 11 Desember akan disusul dengan vaksinasi satu bulan setelahnya (11 Januari 2018), dan vaksinasi sekali lagi enam bulan setelahnya dalam waktu delapan bulan.</p><p>Subuh menjelaskan ORI dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten karena kejadian luar biasa difteri terberat terjadi di ketiga wilayah tersebut setelah Provinsi Jawa Timur, yang sudah berinisiatif melaksanakan imunisasi tanpa menunggu instruksi dari pemerintah pusat.</p><p>Pemerintah pusat menyiapkan seluruh vaksin untuk imunisasi TD di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Biaya operasional untuk kegiatan itu ditanggung oleh pemerintah daerah.</p><p>Menurut data Kementerian Kesehatan, 593 kasus difteri ditemukan di 95 kabupaten-kota dalam 20 provinsi sejak Januari hingga November 2017. Dari seluruh kasus tersebut, ada 32 kasus yang berujung kematian, yang menjadikan tingkat kematian mencapai 54 persen.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com